http://www.pikiran-rakyat.com/node/203194

Panen Ubur-ubur di Pantai Selatan Jatenga.. 
Rabu, 12/09/2012 - 18:32 
 
EVIYANTI/"PRLM"
NELAYAN di pesisir selatan barat Jawa Tengah , Cilacap , Kebumen hingga 
Purworejo panen ubur-ubur, Rabu (12/9/12).*
CILACAP, (PRLM).- Nelayan sepanjang pesisir selatan barat Jawa Tengah , Cilacap 
, Kebumen hingga Purworejo panen ubur-ubur. Binatang bertentakel tersebut bakal 
diekspor ke sejumlah negara di Asia, Jepang, China dan Korea sebagai bahan baku 
kosmetik.

Ubur-ubur mulai menepi ke pantai untuk mencari wilayah perairan yang lebih 
hangat dengan berkoloni. Ubur-ubur mulai kelihatan sejak tiga hari terakhir 
ini, 

"Di sekitar pantai Gombong hingga Kebumen atau sekitar 3 jam perjalanan dari 
pantai Cilacap banyak ditemukan kelompok-kelompok ubur-ubur," kata Slamet, 
nelayan yang biasa mangkal di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Rabu 
(12/9/12).

Kini ratusan nelayan terkonsentrasi di wilayah tersebut mengingat tangkapan 
ikan mulai sepi, serta belum masuk masa panen ikan. 

Menurut dia, harga jual ubur-ubur berkisar antara Rp 700/kg – Rp 800 per kg. 
Memang harganya tidak terlampau mahal, namun biaya untuk proses pengeringan 
ubur-ubur bisa melebihi harga jualnya.

Sejumlah nelayan mengungkapkan pasar ubur-ubur cukup terbuka luas. Karena 
selama ini berapa pun hasil tangkapan nelayan selalu dibeli. Biasanya satu 
perahu fibreglass bisa memperoleh ubur-ubur sebanyak satu ton sedangkan perahu 
compreng sekitar 5 ton.

Di Cilacap ada beberapa perusahan yang menampung ubur-ubur hasil tangkapan 
nelayan yakni PT Suisan Jaya CV Mahera, dan CV Wijaya Kusuma. PT Suisan Jaya 
mempu menyerap 80 ton per hari setoran nelayan.

Sementara Ketua KUD Mino Saroyo Untung Wijayanto mengakui, KUD tidak melakukan 
impor langsung tapi ditangani oleh sejumlah perusahaan ekspor-impor berada di 
di Cilacap. (A-99/A-88)**


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke