Pakai Kotak-kotak,Kader PDIP Dilarang Ikut Rapat  TEMPO.CO – 4 jam yang lalu
Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, PR RI, Aziz 
Syamsuddin melarang anggota komisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
(PDIP) memakai kemeja kotak-kotak dalam forum rapat dengar pendapat 
(RDP) dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian RI, dan 
Kejaksaan Agung. Aziz menilai baju kotak-kotak merupakan ciri khas calon 
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

"Forum ini jangan digunakan sebagai arena kampanye terselubung dong," kata 
Aziz di sela-sela rapat di ruang sidang Komisi Hukum DPR, Senin 17 
September 2012. Alasan Aziz memang kuat, sebab hari ini adalah awal masa tenang 
kampanye Pemilukada DKI Jakarta.

Trimedya 
Panjaitan, anggota komisi dari Fraksi PDI Perjuangan yang mengenakan 
baju kotak-kotak langsung menolak permintaan Aziz. Sebab, baju 
kotak-kotak yang dia pakai tidak melanggar kampanye terselubung.
"Saya bawa surat edaran dari KPUD, tidak ada larangan memakai baju 
kotak-kotak," kata Trimedya.
Aziz tak tinggal diam, dia pun tetap meminta Trimedya mengganti baju ala 
Jokowi di saat istirahat rapat."Kalau tidak, dikatakan melanggar 
kampanye terselubung munafik itu," kata Aziz.

Tak terima 
rekan satu Fraksi dicecar, Sayed Mohammad pun berkoar. Menurut dia, 
tudingan pelanggaran kampanye terselubung itu terbantahkan dengan surat 
edaran KPUD. Sayed tak terima baju kotak-kotak dianggap identitas 
tertentu.

"Kalau baju kotak-kotak dilarang masuk, saya 
minta yang punya kumis juga tidak boleh masuk," kata dia diikuti riuh 
tawa peserta rapat. Termasuk Kapolri, Jenderal Timur Pradopo yang memang 
mempunyai kumis khas.
Namun perdebatan ini langsung cair 
ketika rapat ditunda istirahat siang. Terlihat Aziz dan Trimedya 
langsung terlibat canda tawa. 
INDRA WIJAYA

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke