http://www.beritamaluku-daerah.com/2012/09/sejumlah-penyakit-baru-bermunculan-di.html

Sejumlah Penyakit Baru Bermunculan di Buru 
Senin, 17 September 2012
Sohilauw: Penangan Gunung Botak Harus Secara Multi

AMBON – BERITA MALUKU. Kebebasan Mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi 
pendulang dari Luar daerah Kabupaten di Kabupaten Buruh mengakibatkan aktifitas 
di gunung botak semakin memprihatikan, pasalnya dampak dari air raksa yang 
digunakan untuk penetralan emas mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Tidak hanya pencemaran lingkungan, penggunaan air raksa juga berdampak pada 
kesehatan. Saat ini, sejumlah penyakit baru terlah menyebar dan menginfeksi 
masyarakat. Bahkan keamanan pada wilyah pertambangan rakyat yang baru saja 
diresmikan bulan lau ini semakin tak kondusif, demikian disampaikan, Kepala 
Dinas ESDM Provinsi Maluku, Bram Tomasoa kepada Pers, di kantor Gubernur 
Maluku, Senin (17/9).

Dirinya menegaskan, pihak Pemkab harus sesegera mungkin mengehentikan 
penerbitan KTP bagi penduduk luar yang hanya datang untuk mengais rejeki di 
gunung botak, kendati wilayah Maluku merupakan bagian dari indonesia namun para 
pendatang tersebut tidak memperhatikan dampak dari aktifat pendulangan yang 
berlebihan atau dengan kata lain, para pendulang tersebut hanya meningalkan 
sampah yang harus ditanggung olah masyarakat. 

Apalagi diketahui, KTP tersebut didapatkan dengan mudah, hanya denga pembayaran 
Rp 100.000.

Menyikapi kondisi tersebut, ketua DPRD Provinsi Maluku, Fathani Sohilauw kepada 
pers pada waktu yag bersamaan menyatakan, DPRD akan bertindak tegas. 

“Kita bersama Pemerintah Provinsi Maluku akan mlakukan rapat koordiansi dengan 
melibatkan pemkab Buru untuk mengambil langkah-langkah yang lebih strategis.” 
tegas Sohilauw.

Ditegaskannya, persoalan emas saat ini sangat krusial di kabupaten Buru. Akan 
tetapi sejumlah persoalan laninnya pun bermunculan dan mengakibatkan masyarak 
asli Kabupaten Buru harus menderita. Atau lebih tepatnya lagi, lanjutnya 
masalah di gunung Botak sudah sangat kompleks baik dari segi kesehatan, 
keamanan dan hal-hal lainnya, sehingga penanganannya harus dilakuan secara 
multi, atau tidak lagi ditangai satu per satu. (BM 14

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke