http://www.lampungpost.com/index.php/buras/47490-rekomendasi-alim-ulama-nu.html
Rekomendasi Alim-Ulama NU !
User Rating: / 0
PoorBest
Rabu, 19 September 2012 00:56
"MUNAS Alim-Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) di Cirebon
merekomendasikan koruptor yang menghancurkan ekonomi negara atau berulang-ulang
korupsi agar dihukum mati!" ujar Umar. "Selain itu, juga direkomendasikan kalau
uang pajak habis dikorupsi terus, warga tidak wajib membayar pajak! Yang wajib
itu membayar zakat!"
"Kedua rekomendasi itu mengesankan, alim-ulama NU yang sebelumnya
terkenal konservatif-tradisional itu bergeser jadi relatif progresif!" timpal
Amir. "Itu bisa terjadi karena mungkin, kesabaran ada batasnya juga! Di satu
pihak karena pemerintah dengan perantinya kepolisian dan kejaksaan tampak
tumpul dalam menumpas korupsi, di lain pihak kekuatan- kekuatan Islam lain yang
sebelumnya progresif—seperti partai-partai politik beraliran Islam—belakangan
jadi mengambil alih posisi NU jadi konservatif!"
"Artinya ada kekosongan di sayap progresif sehingga NU merasa perlu untuk
mengisinya!" tegas Umar. "Alamat utama tujuan rekomendasi NU itu jelas
pemerintah, baik selaku pengelola pajak maupun yang memenangkan pemilihan umum
dengan janji kampanye akan menindak tegas korupsi! Nyatanya, korupsi malah
menjadi-jadi, tanpa kecuali di lingkaran dalam kubu politik presiden terpilih!"
"Dari situ terlihat rekomendasi alim-ulama NU itu cukup beralasan, tidak
asal keras apalagi sekadar cari popularitas!" timpal Amir. "Tapi masalah
sesungguhnya bukan pada lunak atau kerasnya rekomendasi, bahkan kala
rekomendasi diterima dengan baik oleh pemerintah lewat pernyataan sikap NU itu
sama dengan hasrat pemerintah, melainkan pada apakah suatu rekomendasi bisa
atau mampu diimplementasikan pemerintah! Sering, rekomendasi dari pihak mana
pun itu, cuma bisa menjadi dokumen sejarah! Sedang realitasnya selalu tetap
begitu-begitu juga!"
"Itu terjadi antara lain karena sebagian besar pengelola negara sudah
mati rasa sehingga lebih menonjolkan logika-logika retorika untuk menaikkan
citra belaka!" tegas Umar. "Sedang di balik retorika itu, realitasnya justru
membuat gemas para alim-ulama hingga mengeluarkan rekomendasi yang pedasnya
menyengat itu!"
"Kalau kritik alim-ulama NU sudah setinggi nada kritik tokoh lintas
agama, bukan mustahil bisa bernasib sama!" tukas Amir. "Kritiknya tak mampu
dijalankan oleh pengua
[Non-text portions of this message have been removed]