Ref: Siapa saja yang adalah pemegang kunci rahasia bail out Bank Century dan 
apakak kasusnya dapat diselesaikan sebagaimana mestinya? Disamping kasus Bank 
Century ada juga kasus  lebih besar lagi yaitu hasil panen korupsi alm Soeharto 
selama bertugas baik sebagai jenderala TNI dan kemudian 32 tahun presiden NKRI. 
Menurut daftar UN StAR, harta panennya ini disembunyikan di berbagai pelosok 
dunia. UN StAR  bersedia membantu untuk mengusut harta alm Soeharto, tetapi 
pihak rezim NKRI selama ini seperti pasien berpenyakit pilon, tahu tetapi tidak 
ingat.

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/22/350158/70/13/KPK-di-Tengah-Pusaran-Century

KPK di Tengah Pusaran Century 
Sabtu, 22 September 2012 00:00 WIB     


DUA tahun sudah skandal pengucuran dana talangan Rp6,7 triliun ke Bank Century 
mengendap di laci Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK mengaku sudah 
memeriksa banyak saksi guna menenun konstruksi hukum kasus itu, tetapi belum 
jua sampai ke tujuan. 

Sejujurnya, DPR telah berjasa menuntun KPK untuk membuka tabir Century. 
Rekomendasi Pansus Bank Century DPR pada 2010 jelas menyebut sejumlah nama yang 
mesti bertanggung jawab dalam bailout Century yang sarat aroma tak sedap itu. 

Ada nama mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono yang kini wakil presiden. 
Ada pula nama Sri Mulyani, mantan menteri keuangan yang kini menjabat Direktur 
Pelaksana Bank Dunia. Akan tetapi, hukum mempunyai postulat sendiri. Bagi KPK, 
rekomendasi Pansus Century bukanlah alat bukti yang bisa menjadi pijakan untuk 
melangkah. Rekomendasi itu adalah karya politik yang penuh dengan kepentingan. 
DPR geregetan melihat kinerja KPK yang berjalan bagai keong, amat pelan. 

Tim Pengawas Century DPR mencari celah mendorong lagi KPK. Kali ini timwas 
mengundang mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang diduga mengetahui banyak hal 
di sekitar bailout Century itu. 

Keterangan Kalla di depan Timwas Century DPR pada Rabu (19/9) sungguh 
mengejutkan. Mengejutkan karena Kalla sebagai penjabat presiden--saat itu 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang ke luar negeri--mengaku tidak diberi 
tahu mengenai pengucuran dana talangan ke Bank Century. Kalla menilai bailout 
Century merupakan operasi senyap. Bahkan Sri Mulyani pun, kata Kalla, mengaku 
ditipu oleh Bank Indonesia. 

Bagi kita, keterangan Kalla mestinya menjadi amunisi bagi KPK untuk menguak 
tuntas misteri Century. Tetapi sejujurnya kita pesimistis, bahkan sangat 
pesimistis. Keraguan itu karena KPK mengeluh kekurangan tenaga penyidik. Polri 
menarik 20 penyidiknya dari KPK dan bakal disusul penarikan puluhan penyidik 
Polri lainnya. 

Kita ingatkan, jika bernafsu menangani semua kasus korupsi tanpa berniat 
membaginya dengan kepolisian dan kejaksaan, KPK akan terus defisit tenaga 
penyidik. Mestinya, KPK menyerahkan sebagian kasus korupsi kepada kepolisian 
atau kejaksaan kemudian melakukan supervisi. Dengan cara itu KPK membangun 
kepercayaan publik kepada kepolisian dan kejaksaan. 

Kasus-kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah dan anggota DPRD, misalnya, 
perlu dipercayakan kepada kepolisian dan kejaksaan. Meski menangkap tangan 
pelakunya, KPK tidak perlu memonopoli perkara itu. Namun, kasus Century harus 
tetap ditangani KPK. Perkara itu kental diselimuti aroma kekuasaan dan tekanan 
politik. Bahkan kasus Century mesti menjadi barometer keberhasilan KPK. 

Karena itu, kita heran dengan sikap Ketua KPK Abraham Samad yang berharap kasus 
Century tidak dijadikan barometer menakar keberhasilan lembaga antikorupsi itu. 
Apakah KPK sudah berubah? Jangan-jangan KPK lamban menangani kasus Century 
karena menghadapi tekanan politik lalu tunduk pada tekanan itu

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke