http://www.suarapembaruan.com/home/karyawati-bank-tewas-digorok-calon-suami-bunuh-diri-di-pintu-kereta/24973

Karyawati Bank Tewas Digorok, Calon Suami Bunuh Diri di Pintu Kereta
Senin, 24 September 2012 | 11:12


[JAKARTA] Awarah Indah Sari Eka (27), karyawati sebuah bank swasta ditemukan 
tewas terbunuh di apartemen calon suaminya, Mirza Nuruzaman (32), di Kalibata 
City Tower Borneo, lantai 16 CG, Pancoran, Jakarta Selatan. Saat ditemukan, 
Awarah ditemukan sudah dalam kondisi mengenaskan dengan posisi terlentang di 
kasur dengan luka gorokan di bagian leher sebelah kanan dan juga kedua tangan 
terdapat bekas sayatan benda tajam.   

Awarah ditemukan pertama kali oleh Andi Simpursih (ibu korban) dan Syamsuri 
(ayah korban) sesaat setelah mendapat telepon dari Mirza yang mengaku telah 
menghabisi nyawa korban pada Sabtu (22/9) sekitar pukul 19.30 WIB.   

Sesaat setelah menghabisi nyawa korban dan menghubungi pihak keluarga, Mirza 
Nuruzaman yang juga diketahui berwarganegara India dengan alamat Gari-Gari 
Jogiara, India, melakukan aksi bunuh diri di pintu perlintasan kereta api yang 
berada tidak jauh dari apartemen.   

Kuat dugaan Awarah dibunuh sesaat setelah keduanya terlibat pertengkaran hebat. 
Diketahui keduanya berencana akan melangsungkan pernikahan pada Sabtu (29/9) 
mendatang. Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab pertengkaran 
yang berujung pada kematian korban.   

Kanitreskrim Polsek Pancoran, Ajun Komisaris Suroto, menjelaskan, setelah 
menggorok kekasihnya di apartemen di Kalibata City Tower Borneo, Mirza 
Nurzaman, sempat menghubungi orang tua korban dan memberitahukan bahwa dia 
telah membunuh anaknya.   

“Pelaku sempat menelepon orang tua korban bahwa ia habis membunuh korban, dan 
setelah itu  pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi,” kata Suroto.   

Sejak Minggu (24/9) lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dipasangi garis polisi 
dan tidak ada satupun tetangga yang berani keluar unit. Berdasarkan informasi 
yang berhasil dihimpun, kedua pasangan tersebut sudah memasuki Tower Borneo 
lantai 16 CG sejak sore harinya, atau sekitar pukul 17.00 WIB.   

Disemayamkan 
Jenazah Awarah sudah berada di rumah duka di Komplek DKI Blok 02 No 12 RT 12/02 
Kelurahan Pondok kelapa, Duren Sawit Jakarta Timur sejak Sabtu (22/9) dini 
hari. Dengan diiringi tangisan seluruh anggota keluarga dan kerabat dan teman 
kerja, korban baru dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB di TPU Pondok Kelapa, 
Jakarta Timur.   

Samsuri, ayah korban meminta supaya jasad anaknya tidak diautopsi. Alasannya, 
karena pelakunya sudah diketahui dan melakukan aksi bunuh diri. Awarah di mata 
teman kerjanya merupakan sosok yang sederhana dan tidak macam-macam. Dari 
keterangan teman kerja korban, diketahui keduanya baru menjalin hubungan asmara 
selama tiga bulan dan berniat akan melangsungkan pernikahan.   

“Mereka (Awarah-Mirza) baru sekitar tiga bulanan pacaran dan mau langsung 
menikah. Di beberapa kalangan teman kantor, undangan pernikahan juga sudah 
disebar. Kami tidak tahu mengapa bisa jadi berakhir seperti ini,” kata salah 
satu teman korban yang tidak mau disebut namanya ketika ditemui di rumah 
korban, Minggu (23/9). [Y-7]  


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke