http://www.tempo.co/read/news/2012/09/25/078431863/Menteri-Purnomo-Ancam-Wartawan-Jakarta-Post


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Topik
  a.. Purnomo Yusgiantoro 
Selasa, 25 September 2012 | 19:10 WIB 

Menteri Purnomo Ancam Wartawan Jakarta Post? 

TEMPO.CO, Jakarta--Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dikabarkan sempat 
mengancam wartawan The Jakarta Post yang menulis tentang pernikahannya dengan 
penyanyi keroncong, Sundari Soekotjo. Kabar itu sudah dibantah Juru Bicara 
Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Hartind Asrin, (lihat: Kementerian 
Pertahanan Bantah Ancam Wartawan).

Ancaman verbal disebut-sebut diterima wartawan di kantor Purnomo Jumat 21 
September 2012. Sumber Tempo yang mengetahui pertemuan tersebut menuturkan, 
kejadian itu bermula saat Purnomo menelepon wartawan Bagus Saragih. "Kamu 
menghadap saya, tidak usah didampingi atasan kamu. Kalau kamu jantan, temui 
saya empat mata," kata sumber itu ketika dihubungi, Selasa, 25 September 2012.

Akhirnya wartawan menyambangi kantor Purnomo. Sesampainya di sana, ternyata 
Purnomo tidak sendirian. Dia ditemani dua pejabat di Kementerian Pertahanan. 
Pertemuan tersebut, kata sumber, berlangsung selama kurang lebih sejam.

Si wartawan, kata sumber itu, menerima beberapa kalimat intimidatif. Dua orang 
yang mendampingi Purnomo tersebut mengeluarkan serangan verbal. "Mereka berdua 
bilang, saya masukin ke (tahanan) Guntur kamu. Mereka juga bilang, kalau ini 
masih orde baru, kamu sudah mati," katanya menirukan apa yang terjadi di 
ruangan Purnomo tersebut.

Purnomo juga sempat mengucapkan kalimat yang terkesan mengancam wartawan. "Saya 
sudah punya data-data lengkap kamu, saya tidak mau tanggung jawab kalau BIN 
bergerak," katanya menirukan Purnomo. 

Menurut sang sumber, ancaman verbal diutarakan agar sang wartawan membocorkan 
sumbernya yang memberitahu pernikahan Purnomo dan Sundari Sukotjo. "Tujuan 
mereka itu supaya memberitahu sumbernya, bukan masalah hak jawab. Mereka sempat 
bertanya, kamu siapa yang menyuruh?" katanya. 

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Hartind Asrin membantah 
adanya ancaman sejumlah pejabat kementerian terhadap seorang wartawan. "Gak 
ada. Semua sudah diselesaikan dengan baik," ujar Hartind saat dihubungi oleh 
Tempo, Selasa, 25 September 2012. (lihat: Kementerian Pertahanan Bantah Ancam 
Wartawan)

Hartind mengakui Bagus Saragih, wartawan tersebut sempat dipanggil ke 
Kementerian Pertahanan pada 21 September lalu. "Untuk memberikan konfirmasi 
bantahan atas berita yang dibuat," ujar Hartind.

Pembicaraan berlangsung dengan baik tanpa ada hambatan. "Bahkan Pak Purnomo 
memanggil dia (Bagus) sebagai ''anak saya''," kata Hartind. Permasalahan itu 
pun dianggap selesai dengan jaminan pemuatan bantahan atas berita tersebut pada 
22 September 2012.

Sementara Pemimpin Redaksi surat kabar The Jakarta Post, Meidyatama 
Suryodiningrat mengatakan hingga saat ini tidak ada pengaduan soal ancaman dari 
Kementerian Pertahanan yang diterima reporter The Jakarta Post. (lihat: The 
Jakarta Post Diminta Cabut Berita Soal Purnomo)

Meidyatama membenarkan ada reporter yang datang ke kantor Kementerian untuk 
bertemu Purnomo dan mengklarifikasi. Ia memastikan tidak ada gangguan fisik 
pada reporter tersebut dan tidak ada intimidasi terhadap redaksi. Sedangkan 
Bagus sedang berada di Amerika Serikat meliput kegiatan Presiden.

ANANDA W. TERESIA | SUBKHAN | FRANSISCO ROSARIANS

Berita Terkait
  a.. Kementerian Pertahanan Bantah Ancam Wartawan 
  b.. The Jakarta Post Diminta Cabut Berita Soal Purnomo 
  c.. Hartind Asrin Resmi Jadi Staf Ahli Menhan 
  d.. Menhan: Pangkalan Militer AS di Darwin Bukan Ancaman 
  e.. Kepolisian Masih Buru Penembak di Papua 

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Topik
  a.. Purnomo Yusgiantoro 
Selasa, 25 September 2012 | 19:10 WIB
Menteri Purnomo Ancam Wartawan Jakarta Post?


TEMPO.CO, Jakarta--Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dikabarkan sempat 
mengancam wartawan The Jakarta Post yang menulis tentang pernikahannya dengan 
penyanyi keroncong, Sundari Soekotjo. Kabar itu sudah dibantah Juru Bicara 
Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Hartind Asrin, (lihat: Kementerian 
Pertahanan Bantah Ancam Wartawan).

Ancaman verbal disebut-sebut diterima wartawan di kantor Purnomo Jumat 21 
September 2012. Sumber Tempo yang mengetahui pertemuan tersebut menuturkan, 
kejadian itu bermula saat Purnomo menelepon wartawan Bagus Saragih. "Kamu 
menghadap saya, tidak usah didampingi atasan kamu. Kalau kamu jantan, temui 
saya empat mata," kata sumber itu ketika dihubungi, Selasa, 25 September 2012.

Akhirnya wartawan menyambangi kantor Purnomo. Sesampainya di sana, ternyata 
Purnomo tidak sendirian. Dia ditemani dua pejabat di Kementerian Pertahanan. 
Pertemuan tersebut, kata sumber, berlangsung selama kurang lebih sejam.

Si wartawan, kata sumber itu, menerima beberapa kalimat intimidatif. Dua orang 
yang mendampingi Purnomo tersebut mengeluarkan serangan verbal. "Mereka berdua 
bilang, saya masukin ke (tahanan) Guntur kamu. Mereka juga bilang, kalau ini 
masih orde baru, kamu sudah mati," katanya menirukan apa yang terjadi di 
ruangan Purnomo tersebut.

Purnomo juga sempat mengucapkan kalimat yang terkesan mengancam wartawan. "Saya 
sudah punya data-data lengkap kamu, saya tidak mau tanggung jawab kalau BIN 
bergerak," katanya menirukan Purnomo. 

Menurut sang sumber, ancaman verbal diutarakan agar sang wartawan membocorkan 
sumbernya yang memberitahu pernikahan Purnomo dan Sundari Sukotjo. "Tujuan 
mereka itu supaya memberitahu sumbernya, bukan masalah hak jawab. Mereka sempat 
bertanya, kamu siapa yang menyuruh?" katanya. 

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Hartind Asrin membantah 
adanya ancaman sejumlah pejabat kementerian terhadap seorang wartawan. "Gak 
ada. Semua sudah diselesaikan dengan baik," ujar Hartind saat dihubungi oleh 
Tempo, Selasa, 25 September 2012. (lihat: Kementerian Pertahanan Bantah Ancam 
Wartawan)

Hartind mengakui Bagus Saragih, wartawan tersebut sempat dipanggil ke 
Kementerian Pertahanan pada 21 September lalu. "Untuk memberikan konfirmasi 
bantahan atas berita yang dibuat," ujar Hartind.

Pembicaraan berlangsung dengan baik tanpa ada hambatan. "Bahkan Pak Purnomo 
memanggil dia (Bagus) sebagai ''anak saya''," kata Hartind. Permasalahan itu 
pun dianggap selesai dengan jaminan pemuatan bantahan atas berita tersebut pada 
22 September 2012.

Sementara Pemimpin Redaksi surat kabar The Jakarta Post, Meidyatama 
Suryodiningrat mengatakan hingga saat ini tidak ada pengaduan soal ancaman dari 
Kementerian Pertahanan yang diterima reporter The Jakarta Post. (lihat: The 
Jakarta Post Diminta Cabut Berita Soal Purnomo)

Meidyatama membenarkan ada reporter yang datang ke kantor Kementerian untuk 
bertemu Purnomo dan mengklarifikasi. Ia memastikan tidak ada gangguan fisik 
pada reporter tersebut dan tidak ada intimidasi terhadap redaksi. Sedangkan 
Bagus sedang berada di Amerika Serikat meliput kegiatan Presiden.

ANANDA W. TERESIA | SUBKHAN | FRANSISCO ROSARIANS

Berita Terkait
  a.. Kementerian Pertahanan Bantah Ancam Wartawan 
  b.. The Jakarta Post Diminta Cabut Berita Soal Purnomo 
  c.. Hartind Asrin Resmi Jadi Staf Ahli Menhan 
  d.. Menhan: Pangkalan Militer AS di Darwin Bukan Ancaman 
  e.. Kepolisian Masih Buru Penembak di Papua 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke