Ref: Hebat sekali cerita doktor ekonomi Susilo Bambang Yudhoyono ini sehingga lupa bahwa bahwa selama pemerintahanmu terdapat 10 propinsi yang termiskin di NKRI dan sesuai berita Antara tgl 25 Sept 2012 yang dikutip Republika terdapat 40 juta warga miskin. Negara raksasa ekonomi tidak terdapat sekian banyak warga miskin dan juga tidak akan mengirim warganegaranya menjadi buruh berupah termurah dan tanpa perlindungan hukum ke luarnegeri.
http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-indonesia-jadi-raksasa-ekonomi/25004 Presiden: Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Selasa, 25 September 2012 | 7:28 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [AP] [NEW YORK] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, Indonesia mulai menapaki babak baru sebagai raksasa ekonomi dunia, yang muncul dari Asia bersama Tiongkok dan India. Sebagai negara berpenduduk nomor empat terbesar di dunia, ekonomi Indonesia terus tumbuh dan mengalami transformasi ke arah yang lebih baik. "Transformasi yang terjadi di Indonesia sangat adaptif, baik dari segi politik, ekonomi dan situasi apapun," kata Presiden saat memberikan Presidential Address pada Indonesia Investment Day di Bursa Efek New York (New York Stock Exchange) di New York, Amerika Serikat, Senin (24/9). IID bertema "Indonesia Rise as Asia's New Economic Power House: Transformation, Opportunities, and Partnership for All." Hadir pada kesempatan itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mendag Gita Wirjawan, Menperin MS Hidayat, Menkeu Agus Martowardojo, Mensesneg Sudi Silalahi, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri. Di hadapan sekitar 200 pengusaha AS, Presiden mengatakan, dengan Gross Domestic Product (GDP) yang mencapai US$ 1 miliar pada tahun ini, Indonesia tumbuh menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan mencapai 6,3% pada semester pertama 2012. "Ekonomi Indonesia telah teruji. Ketika dunia dilanda krisis, ekonomi Indonesia tumbuh signifikan dan terjaga," ujar Presiden. Di sisi lain, lanjutnya, core inflation tetap terkelola dengan baik yaitu pada 4,28% dan sistem perbankan tetap stabil. "Indonesia adalah negara yang unik. Demokrasinya pun gaduh (noisy)," kata Presiden. Undang Investor Pada kesempatan itu, Presiden secara khusus mengundang pengusaha Amerika Serikat untuk berpartisipasi aktif dalam proyek pembangunan yang kini digencarkan pemerintah. Ia mengatakan, melalui program Masterplan Percepatan Peningkatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) menawarkan berbagai proyek yang tersebar di enam koridor ekonomi. "Saya mengajak Anda sekalian berinvestasi di Indonesia. Kami menyediakan berbagai proyek pembangunan dan investasi," katanya. Presiden mengaku, sebagai negara yang berhasil lolos dari badai krisis pada 2008-2009, Indonesia bertekad menjadi surga bagi investor dan menjadikannya sebagai top 10 ekonomi dunia. "Memang masih banyak kendala. Minimnya infrastruktur dan korupsi menjadi faktor penghalang. Tapi, kita terus mereformasi birokrasi. Syukurlah, reformasi birokrasi sudah on track," kata Presiden. Namun, ia berjanji bahwa pemerintah akan menjadikan MP3EI sebagai blueprint yang dapat digunakan investor untuk berusaha di Indonesia. "Saya mau pastikan, blueprint ini tidak jangka pendek dan partisan," kata Presiden. Sebelum menghadiri IID, Presiden bertemu 12 pengusaha terkemuka AS untuk membicarakan tentang langkah-langkah meningkatkan investasi di Indonesia. Pertemuan yang dikemas dalam bentuk "Executive Roundtable Breakfast" digelar di Gedung Bursa Efek New York, Amerika Serikat, pada Senin (24/9). Para pengusaha yang bertemu Presiden adalah Chairman and CEO of the Coca-Cola Company Muhtar Kent, CEO and Chairman of Celanes Mark C. Rohr, Chairman of the Board, President and CEO Procter & Gamble Robert A McDonald, President and CEO for Performance Materials and Technology Honeywell Andreas Kramvis dan President, Chairman and CEO the Dow Chemical Company Andrew N Liveris. Selanjutnya, Chairman, President and Chief Executive Officer ACE Group Evan G Greenberg, President Goldman Sachs Inc Gary D Cohn, Chairman of the Board and CEO of Cargill Gregory R Page, Executive Vice President of Worldwide Operations Mattel Inc Tomas A Debrowski, Vice Chairman and Chief Financial Officer General Electric Keith S Sherin, Vice President International Government Relations The Boeing Company Stanley Roth, dan Executive Vice President The Hershey Company Bert Alfonso. [ID/L-8] +++++ http://www.antaranews.com/berita/335179/korupsi-bikin-melarat-40-juta-penduduk-miskin Korupsi bikin melarat 40 juta penduduk miskin Selasa, 25 September 2012 22:53 WIB | 994 Views Batam, Kepulauan Riau (ANTARA News) - Apa kejahatan yang paling masif dan terstruktur serta membahayakan bangsa? Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, punya jawabannya, yaitu korupsi. 40 juta penduduk miskin Indonesia jadi korban korupsi, makin melarat kehidupannya secara ekonomi dan budaya. "Dampak yang diakibatkan besarnya korupsi bukan hanya kemiskinan finansial, tapi juga kemiskinan budaya," kata dia di Batam, Kepulauan Riau, Selasa. Indonesia tidak akan maju ketika budaya masyarakatnya dipermelarat dan hilang karena kemiskinan finansial. "Kami terus akan melawan, agar tidak akan semakin banyak penduduk yang sengsara dan miskin akibat korupsi," kata dia. Setiap tahun setidaknya sekitar 5.500 kasus dugaan korupsi yang terjadi di seluruh Indonesia dilaporkan ke KPK. Sudah puluhan nama elit politik nasional dan daerah yang diputus vonisnya oleh pengadilan karena terbukti korupsi. Begitupun, hukuman mati atau setidaknya hukuman penjara seumur hidup dan memiskinkan koruptor belum pernah menjadi vonis akhir dewan hakim di pengadilan. Sebagai perbandingan, China yang jadi pilar utama komunis sangat serius memberantas korupsi di negaranya. Hasilnya, tingkat pertumbuhan ekonomi mereka stabil dan terus menguat. Hukuman mati terhadap koruptor sering menghiasi halaman-halaman koran atau layar televisi mereka. KPK dibentuk Presiden Susilo Yudhoyono sebagai "jawaban" atas kemandegan institusi Kejaksaan Agung dan jajarannya serta Kepolisian Indonesia dalam memerangi korupsi. Bahkan UU Nomor 3/1970 tentang Pemberantasan Korupsi tidak menjadi instrumen mumpuni untuk dilaksanakan penegak hukum sebagaimana mestinya. Akan tetapi, banyak juga personel-personel pokok KPK di bidang penyidikan masih berasal dari Kepolisian Indonesia; yang belakangan menarik 20 penyidiknya dari penugasan di KPK itu. Bukan cuma itu, KPK kesulitan membangun rumah tahanan mandiri karena pembiayaannya sangat tergantung dari restu DPR, kalangan elit politik yang sejak tiga tahun terakhir banyak mengisi nama-nama tersangka pelaku korupsi. Kepala Bagian Ligitasi dan Bantuan Hukum Biro Hukum KPK, Nur Chusniah, menyebutkan, sejak 2004 hingga Desember 2011, KPK telah menerima sebanyak 51.592 laporan atau pengaduan. "Dari jumlah ini, sebanyak 51.280 laporan atau pengaduan telah ditelaah. Namun hanya sebanyak 8.374 laporan atau pengaduan yang berindikasi tindak pidana korupsi," kata dia. (*) Editor: Ade Marboen COPYRIGHT © 2012 [Non-text portions of this message have been removed]
