http://regional.kompas.com/read/2012/09/22/1702393/Gila.Istri.Bantu.Suami.Perkosa.ABG


Gila! Istri Bantu Suami Perkosa ABG
Penulis : Kontributor Banda Aceh, Daspriani Y Zamzami | Sabtu, 22 September 
2012 | 17:02 WIB 

 KOMPAS.com/ DASPRIANI Y ZAMZANI Sejumlah warga membongkar paksa kedai di Aceh. 
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Sungguh di luar kewajaran, jika ada istri membantu 
suami melakukan kejahatan. Tapi hal ini dilakukan oleh Mi Itam (nama samaran) 
seorang warga Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Mi Itam justru 
membantu suaminya untuk melakukan perkosaan terhadap He alias Melati, seorang 
ABG berusia 16 tahun.

Aksi bejat laki-laki berinisial J ini diketahui setelah Melati, berhasil lari 
dari sekapan J dan mengadu kepada Rosmiani Amin (50), warga Desa Lampulo.

"Dia datang kepada saya dan mengadukan perlakuan yang diterimanya selama ini. 
Gadis ini dibawa oleh pasangan suami istri itu dari Aceh Utara ke Banda Aceh 
untuk dipekerjakan di kedai mereka, tapi ternyata diperlakukan tidak 
manusiawi," ujar Rosmiani yang kemudian melaporkan kejadian ini kepada aparat 
kepolisian, Sabtu (22/9/2012).

Usai melakukan pengaduan ke polisi, warga pun beramai-ramai membakar kedai yang 
selama ini menjadi tempat tinggal Mi Itam dan J. Warga tidak hanya merusak dan 
membakar kedai yang ditempati J dan Mi Itam, tapi juga merusak dan membakar 
kedai-kedai yang berdampingan dengannya.

"Sebenarnya warga sudah lama ingin merusak kedai-kedai di sini karena 
kedai-kedai ini ditempati oleh pendatang dan dimanfaatkan juga sebagai tempat 
maksiat seperti berjudi, mabuk-mabukan bahkan sampai membawa pekerja seks 
komersial," jelas Rosmiani.

Pihak kepolisian pun akhirnya membantu He melakukan visum di rumah sakit 
Bhayangkari Banda Aceh. "Hasil visumnya memang terdapat luka sobek di bagian 
vagina He," jelas Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Erlintang Jaya.

Saat ini, sebut Erlintang, pihak kepolisian masih meminta keterangan dari Mi 
Itam, sedangkan J menjadi buronan pihak kepolisian. 

Editor :
Farid Assifa

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke