Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB 
PBSI) dalam Munas XXI di Yogyakarta mengundang tanya by @STNatanegara 

saya hendak twitt tentang GW yang kata orang layak menjadi next 
president.. kali ini seputar sepak terjangnya di dunia bulu tangkis

Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh 
Indonesia (PB PBSI) dalam Munas XXI di Yogyakarta mengundang tanya, 
beberapa nama calon ketua umum seperti mantan pebulutangkis Icuk 
Sugiarto, Mendag Gita Wiryawan dan ketua DPR Marzuki Ali

staf 
khusus Menegpora bidang olahraga Ivana Lie menyatakan mendukung 
pencalonan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan alias tidak netral, ini 
membuat Adhyaksa Dault selaku mantan Menpora mengatakan sangat kecewa dg
 para mantan atlet bulutangkis nasional yg disponsori Ivana Lie, Ivana 
Lie dikatakan menyalah gunakan jabatannya mendukung pencalonan Gita, 
Mantan Atlet harusnya bersikap netral, fair dan tidak berpihak, tidak 
etis seorang Staf Khusus Menteri menyatakan dukungannnya kepada salah 
satu kandidat karena melanggar pasal 30 undang-undang olahraga

permasalahan semakin meruncing karena ada indikasi pelanggaran Munas dan
 pemilihan Ketua PB PSSI melanggar ketentuan, terpilihnya Menteri 
Perdagangan Gita Wirjawan secara aklamasi dan terkesan dipaksakan 
menjadi sebuah pertanyaan, sepertinya dan dari jalannya Musyawarah 
Nasional (Munas) PBSI XXI sudah dikondisikan untuk menetapkan Gita 
Wirjawan sebagai Ketua Umum, Bahkan ketua umum saat ini, Djoko Santoso, 
secara terang-terangan memperlihatkan dukungannya terhadap Menteri 
Perdagangan Gita Wirjawan, pertanyaan juga muncul ketika pengurus 
mengundang Gita dalam peresmian Wisma Incora Putri di Cipayung

selain itu ada pihak yg menyatakan hasil Munas tidak sah. kandidat calon
 ketua PBSI, Icuk Sugiarto, mengatakan Munas PBSI cacat hukum, agenda 
sidang tidak sesuai dg tata tertib yang telah disepakati pada Munas hari
 pertama, Kamis (20/9). pemilihan dijadwalkan pukul 16.00 WIB, tapi 
aklamasi sudah dilakukan pada jam 10.30, saat agendanya pandangan umum 
terkait laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya

perwakilan Pengprov NTB akan mengajukan gugatan pada Badan Arbitrase 
Olahraga Republik Indonesia (BAORI), Perwakilan Pengurus Provinsi 
(Pengprov) Riau dan Nusa Tenggara Barat (NTB) membantah abstain dalam 
Munas, dukungan melalui aklamasi dilakukan dengan berdiri, tapi yang 
tidak berdiri juga banyak. Itu yang diabaikan oleh ketua Munas

keganjilan Munas ini sempat ada di tayangan berita Metro TV. geganjilan 
itu adalah dimajukannya jadwal Munas 5 jam lebih cepat, pada pemilihan 
Ketua Umum PB PBSI ini, para calon Ketua Umum tidak ada yang hadir. jadi
 pemilihan dilakukan tanpa kehadiran para calon, sepertinya salah satu 
induk organisasi olahraga kita ini akan mengalami konflik internal 
karena disebabkan konflik kepentingan

kebulatan tekad 22 
Pengprov PBSI melalui aklamasi untuk mencalonkan Gita Wirjawan sebagai 
Ketua Umum PBSI periode 2012-2016 mengejutkan, Ketua Umum PB PBSI 
haruslah mengerti betul mengenai bulutangkis, strategi pembinaan, seluk 
beluk pemain dan juga perkembangan bulutangkis, kita tau Gita Wirjawan 
penggemar berat Golf, apa mungkin Pak Gita mencintai bulutangkis 
sebagaimana ia sangat mencintai golf? semua orang tahu kalau Pak Gita 
pecinta berat golf, sampai-sampai ia mendirikan sekolah Ancora Golf yang
 juga sempat ada masalah dg pajak

Ketua PBSI haruslah orang 
yang serius dan fokus meluangkan banyak waktunya untuk memantau 
program-program yang dia buat bukan side job saja, sebagai Menteri 
Perdagangan, apa Gita Wirjawan masih punya waktu dan fokus untuk ini? 
Untuk mamajukan bulu tangkis Indonesia?

bagaimana mungkin 
negara dg 250 juta penduduk tidak mampu mencari dan memilih seorang 
figur untuk memimpin sebuah organisasi sekelas PBSI, kenapa lagi2 harus 
mencari ketua dari seorang yang notabene pejabat publik yang sudah 
sering lebih banyak gagalnya semacam Djoko Santoso, para pengurus 
pengprov semuanya picik hingga matanya buta dan telinganya tertutup dan 
lbih percaya pejabat publik yg peluang gagalnya besar

22 
pengprov menyatakan bahwa memilih Gita adalah bentuk dukungan kepada 
Djoko Santoso karena Gita adalah calon yang diajukan oleh Djoko, Gita 
dianggap calon yang tepat untuk pembinaan bulutangkis dan anehnya, Pak 
Djoko yang telah nyata gagal memimpin saja kok masih dituruti, kegagalan
 PB PBSI dalam megembangkan olahraga ini, dari olahraga yang dulunya 
sangat digemari masyarakat menjadi olaraga terpinggirkan

PBSI 
sekarang dan para pengurus Pengprov terlihat dari memilih ketua umum 
bahwa memang mereka tidak serius membina olahraga bulutangkis ini, hanya
 menjadikan organisasi untuk kepentingan pribadi saja. meraih Piala 
Thomas, Uber dan Sudiman kini seperti mimpi di siang bolong

saya secara pribadi sangat menyayangkan langkah pemprov yang terlihat 
tidak profesional dan jauh dari spirit fair play dalam pemilihan itu, 
entah ada ada apa dibalik langkah mereka toh kita semua tau bahwa sang 
menteri adalah seorang pengusaha kaya yang dekat dengan cikeas, sangat 
disayangkan jika olahraga Bulutangkis yang jadi olahraga kebanggaan 
negara di tingkat Internasional harus mengalami konflik internal

semoga hal ini tidak terpengaruh kepada nasib para atlet dan prestasi 
Bulutangkis Indonesia.. Sekian tentang Ketua PB PBSI yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke