http://www.suarapembaruan.com/home/penipuan-dengan-modus-mesin-atm-rusak-memakan-korban/24404
Penipuan dengan Modus Mesin ATM Rusak Memakan Korban Senin, 10 September 2012 | 8:02 Ilustrasi penipuan menggunakan ATM rusak. [Google][SERANG] Seorang nasabah Bank Jabar Banten (BJB) di Kota Serang, Yayat Sutiana (52), menjadi korban penipuan dengan modus mesin anjungan tunai mandiri (ATM) rusak pada Minggu (9/9/). Yayat yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini, harus kehilagan uang dalam tabunganya sebesar Rp11,5 juta. Peristiwa penipuan yang dialami warga Lingkungan Kelunjukan, Kelurahan/Kecamatan Serang, Kota Serang ini terjadi pada pukul 06.00 WIB, saat akan menarik uang di mesin ATM SPBU Ciracas, Kota Serang. Pada saat kartu sudah masuk ke dalam mesin ATM, terjadi kemacetan dan transaksi pun tidak bisa dilakukan. Korban berusaha mengulang kembali transaksi tapi pada saat akan diulang kartu ATM tidak dapat ditarik keluar dari mesin. Pada saat korban sedang kebingungan, salah seorang pria tidak dikenal masuk ruangan menyarankan agar korban menelepon salah satu nomor pengaduan yang ada di ruangan ATM. Tanpa pikir panjang korban langsung menghubungi dengan menggunakan handphone (HP) miliknya. Selanjutnya, suara pria yang mengaku operator Bank BJB meminta nomor PIN dengan alasan akan memblokir rekening. Tanpa curiga, korban pun menuruti keinginan pelaku. Setelah pelaku memutuskan sambungan telepon korban tersadar bahwa langkahnya untuk memberitahukan nomor PIN adalah salah. Khawatir isi tabungannya dikuras pelaku, buru-buru mendatangi Kantor Bank BJB di Kota Serang. Setelah menghubungi operator Bank BJB, ternyata sudah ada transaksi sebesar Rp 11,5 juta. "Saya akhirnya sadar bahwa saya telah menjadi korban penipuan. Setelahnya, saya langsung lapor ke Mapolres Serang," kata Yayat. Kaur Reskrim Polres Serang, Iptu Joko Pituturno mengatakan, akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Joko mengimbau para nasabah bank agar tidak mudah memberikan nomor PIN kepada orang lain, walaupun yang meminta mengaku pegawai bank bersangkutan. "Kami juga meminta kepada pihak bank agar dapat memberikan kenyamanan kepada nasabahnya, dengan mengontrol setiap ATM secara berkala," ujar Joko. [149] [Non-text portions of this message have been removed]
