Minggu, 09 September 2012 | 22:38 WIB
Kisah Munir Berburu Ayam Pelung

TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis HAM Munir Said Thalib ternyata amat menyukai ayam 
jago pelung. Sugiarto, sopir Munir semasa bekerja di YLBHI mengaku pernah 
membantu advokat publik ini mencari ayam peliharaan sampai pelosok Cianjur. 

"Waktu itu, kami mencari ayam jago sambil jalan-jalan ke Bandung dan Cianjur," 
kata Sugiarto kepada Tempo, pada Ahad 9 September 2012. 

Di Cianjur, Munir menemukan seekor ayam jago pelung. Sayang harganya terlalu 
mahal, yaitu Rp 150 ribu. "Sebetulnya itu murah, tapi buat Cak Munir waktu itu 
masih dianggap mahal," kata Sugiarto. Pria yang telah menjadi supir Munir sejak 
1996 ini mengaku trenyuh melihat gigihnya Munir menawar harga ayam itu. 

Sepulang dari Cianjur, Sugiarto menghubungi kawannya yang menjual ayam di 
Bogor. Ia membeli dua ekor ayam pelung. Salah satunya ia berikan kepada Munir. 

Sejak Munir tewas diracun di atas pesawat Garuda menuju Amsterdan, 7 September 
2004 silam, Sugiarto yang bertugas merawat mobil sedan Toyota Mark II warna 
putih kesayangan Munir. Dia ingat betul bagaimana dia dan Munir mengangkut ayam 
dan ikan arwana milik Munir, dari Malang ke Jakarta, naik mobil itu. 

Munir memang penyayang binatang. Kata Suciwati, mendiang suaminya itu pernah 
diberi rajawali oleh kawannya. "Tapi saya ngeri, soalnya itu satwa langka. 
Akhirnya dikembalikan," Suciwati berujar.

Selain ayam jago, pria keturunan Arab ini juga memelihara ikan. Ikan arwana 
yang dipelihara Munir hingga kini masih bisa dijumpai di kantor Lembaga 
Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. 

NIEKE INDRIETTA



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke