Ref: Bravo 202 adalah buatan Swis dan Italia. NKRI memiliki 40. Ini demo akrobatik bravo 202, click http://www.youtube.com/watch?v=GN9HuTIcxUg
http://www.analisadaily.com/news/read/2012/09/30/77781/bravo202_pesawat_kedua_yang_jatuh_di_bas/#.UGfIgYaKjBo Bravo-202 Pesawat Kedua yang Jatuh di BAS (Antara/Fahrul Jayadiputra) Sebuah truk TNI AD/AU membawa bangkai pesawat Bravo 202 Side By Side yang jatuh ketika melakukan demo udara Akrobatik pada Bandung Air Show di kawasan Gedung Litbang AU, Bandung, Jabar, Sabtu (29/9). Pesawat jenis pesawat sipil ringan buatan Swiss, milik FASI produksi FFA/SIAI-Marchetti yang diterbangkan Pilot Marsekal Muda (Purn) Noorman Tagor Lubis dan Co-Pilot Letkol (Purn) Toni Hartono jatuh akibat salah manuver dan pilot ditemukan meninggal dalam keadaan hangus terbakar. Bandung, (Analisa). Pesawat Bravo 202 yang jatuh dan menewaskan dua awaknya, Sab tu, merupakan pesawat kedua yang mengalami insiden pada ajang Bandung Air Show (BAS) di Bandung. Pada penyelenggaraan Bandung Air Show 2010, sebuah pesawat akrobatik jenis Cessna yang dikendalikan pilot Alexander Supeli juga jatuh saat bermanuver pada 24 September 2010. Saat itu pesawat tersebut sedang melakukan manuver terbang rendah, namun tergelincir ketika sayapnya menyentuh tanah dan mengakibatkan pesawat jatuh. Pilot Alex Supeli saat itu mengalami luka berat, dan akhirnya pilot profesional dengan pengalaman 2.000 jam terbang itu akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif. Sementara itu insiden yang terjadi pada pesawat akrobatik Bravo 202, Sabtu siang berlangsung lebih "dramatis" setelah mendapat aplaus dari penonton saat melakukan aksi terbang rendah, pesawat itu melambung ke udara dan melakukan putaran namun kemudian jatuh di kantor Litbang TNI-AU yang berlokasi sekitar 500 meter dari ajang Bandung Air Show 2012. Lokasi jatuhnya pesawat itu nyaris ke perkampungan penduduk, yang berlokasi di bagian belakang bangunan milik TNI-AU itu. Insiden jatuhnya pesawat akrobatik yang menewaskan dua awaknya yang asak Kota Bandung, yakni Norman T Lubis dan co-pilot Tony itu menodai mulusnya gelaran Bandung Air Show 2012 yang rencananya akan ditutup pada Minggu (30/9) besok dengan pemecahan Rekor Muri pembuatan replika pesawat terbang terbanyak. Suasana meriah dan optimis di arena BAS 2012 berubah menjadi berkabung, meski pameran tetap bergulir. Namun setelah insiden itu, aksi atraksi udara dari pesawat dihentikan. "Setelah insiden itu, semua jadwal atraksi akrobatik udara dihentikan sebagai tanda berkabung," kata Komandan Lanud Husein Sastranegara Bandung, Kolonel (Pnb) Umar Sugeng. Meninggal Dunia Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang Ervan mengatakan, kedua awak pesawat akrobatik Bravo 202 yang terjatuh pada saat ajang Bandung Air Show (BAS) 2012, meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. "Awak dari pesawat itu dinyatakan meninggal dunia," kata Bambang Ervan di Jakarta, Sabtu. Sebagaimana diketahui, kedua awak yang terdapat di dalam pesawat nahas tersebut adalah Marsekal Muda (Purn) Dr Noorman T Lubis sebagai pilot dan Letkol (Purn) Toni sebagai co-pilot. Bambang mengemukakan, pihaknya menyatakan keprihatinannya dan untuk saat ini kondisi Bandara Husein Sastranegara yang terdapat di Kota Bandung, Jawa Barat, ditutup. Sedangkan terkait dengan masalah kecelakaan tersebut, ujar dia, tidak bisa langsung diambil kesimpulan dengan segera tetapi harus dilakukan investigasi terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang berwenang. "Tidak bisa diambil kesimpulan dengan segera karena biasanya penyebab dari kecelakaan seperti itu tidak hanya satu tapi kemungkinan ada beberapa faktor," katanya. Bukan Milik TNI Pesawat akrobatik Bravo 202 yang jatuh saat sedang bermanuver di ajang "Bandung Air Show" (BAS) 2012, Sabtu, dipastikan bukan lagi milik TNI Angkatan Udara. "Sudah dihibahkan ke FASI (Federasi Aerosport Indonesia)," kata Direktur Bandung Pilot Academic M Nasrun N, di Ruang Forensik RSUP Hasan Sadikin Bandung. Dia mengatakan, pesawat tersebut sejak 2001 dihibahkan ke FASI. Menurut dia, pesawat akrobatik Bravo 202 tersebut dikemudikan oleh pilot Marsekal (Purn) Noorman Lubis dengan co-pilot Tony. Ia mengatakan, pilot Noorman Lubis juga sempat menerbangkan pesawat yang sama pada Jumat (28/9). "Kemarin juga dia terbang sama Dody (dari FASI) dengan pesawat yang sama," kata dia. Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan rasa duka dan kehilangan yang sedalam-dalamnya atas kepergian Marsekal (Purn) Noorman Lubis dan Letkol Penerbang Tony Nugroho. Mahir Terbangkan Pesawat Pilot pesawat Bravo 202 yang jatuh di ajang Bandung Air Show (BAS) 2012 merupakan pilot yang sudah terbiasa menerbangkan pesawat itu, kata Komandan Pangkalan Udara Husein Sastranegara Kota Bandung Kolonel Pnb Umar Sugeng Haryono, Sabtu. "Pak Noorman dan pak Tony Hartono merupakan pilot yang sudah terbiasa menerbangkan pesawat itu. Mereka rutin menerbangkannya pada Sabtu dan Minggu," kata Umar Sugeng. Kehadiran dan penampilan mereka adalah bagian dari BAS 2012, keduanya merupakan purnawirawan TNI-AU dan merupakan pengiat olahraga kedirgantaraan dengan bergabung dengan FASI. Noorman T Lubis merupakan purnawirawan dengan pangkat terakhir Marsma. Noorman pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan TNI AU. Sedangkan Tonny Hartono merupakan purnawirawan berpangkat Kolonel yang juga penerbang pesawat tempur Hawk. "Keduanya sudah terbiasa berduet di udara, dan keduanya adalah penerbang. Kami sangat berduka atas insiden ini," kata Umar Sugeng. (Ant [Non-text portions of this message have been removed]
