Ref: Kalau begitu  bisa juga disimpulkan bahwa para  pemilih Jokovi-Ahok (JA) 
adalah elemen-elemen anti demokrasi di mayarakat, selain itu juga sesuai 
pendapat Profesor Dr Amien Rais bisa dikatakan bahwa jumlah suara yang 
diberikan kepada JA  menunjukan sangat besar kekuatan iklim anti demokrasi di 
Jakarta. Hehehehehe haha

http://www.solopos.com/2012/09/29/amien-rais-kemenangan-jokowi-ahok-ancaman-demokrasi-334184

Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi
Sabtu, 29 September 2012 23:41 WIB | Aries Susanto/JIBI/SOLOPOS | Dili 
| 

 
Amien Rais (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

SOLO -Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais kembali melontarkan 
pernyataan mengejutkan terkait kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI 
Jakarta. Pria yang pernah menyandang gelar bapak reformasi ini menilai 
kemenangan Jokowi-Ahok bisa mengancam iklim demokrasi di Jakarta.

“Sebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis,” kata Amien 
kepada Solopos.com sebelum membuka acara Rakerda DPD PAN Solo di Solo Inn, 
Sabtu (29/9/2012). Menurut Amin, barisan pebisnis yang berdiri di belakang 
pasangan Jokowi-Ahok selama ini sangat berpotensi mencaplok kekuatan politik. 
Padahal, kata Amien, kekuatan pebisnis mestinya dikontrol oleh kekuatan politik 
untuk menciptakan iklim demokrasi yang segar. “Saya terus terang sangat 
khawatir. Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan 
kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Amien melanjutkan, watak bisnis ialah profit dan kerap kali lupa norma hukum. 
Padahal, yang bisa mengingatkan bahwa bisnis keliru adalah kekuatan politik. 
“Namun, jika politik sudah dicaplok pebisnis, maka masa depan demokrasi di 
ambang kehancuran,” pesannya.

Amien juga tak mau menyebut kemenangan Jokowi-Ahok sebagai kemenangan rakyat. 
Ia dengan tegas menyebutnya sebagai kemenangan mesin politik yang mampu 
membentuk opini publik. “85% media massa berpihak kepada Jokowi. Dan kenapa 
Fauzi tak bisa merebut media massa? Karena Foke nggak punya duit,” ujarnya.

Di sisi lain, Amien kembali memuji Fauzi Bowo atau Foke. Menurut Amien, sikap 
Foke yang dengan terbuka mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi adalah 
contoh yang harus ditiru dalam Pilpres 2014 mendatang. “Itu pidato konsensus, 
contoh bagus untuk Pilpres mendatang,” paparnya. Ia mengingatkan, jika dalam 
100 hari masa kepemimpinan Jokowi, Jakarta tetap banjir, macet, dan karut 
marut, Jokowi, kata Amien, dinilai hanya bisa mengumbar janji. Tapi, jika ada 
perbaikan, imbuhnya, mungkin kepemimpinannya masih ada gebrakan. “Jakarta itu 
tak seperti Solo. Jangan grusa-grusu,” paparnya.

Tak hanya itu, Amien juga mengingatkan kepada insan pers agar tak hanya menjadi 
guard dog [istilah untuk fungsi pers yang diplesetkan menjadi anjing penjaga]. 
Menurutnya, fungsi pers ialah watch dog atau anjing pengawas. “Yaitu, mengawasi 
kelalaian, mengawasi deviasi, kejahatan yang lahir dari perkawinan kekuatan 
politik dengan pebisnis itu,” pungkasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke