http://infohaji.antaranews.com/berita/1349773852/25-jemaah-haji-meninggal-di-arab-saudi
25 jemaah haji meninggal di Arab Saudi Selasa, 09 Oktober 2012 16:10 WIB | Dilihat 721 Kali Masjidil Haram (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo) Mekkah (ANTARA News) - Tiga jemaah Indonesia tercatat meninggal dunia pada hari Senin, masing-masing Suripto, Sudirman, dan Suhaimin, sehingga sampai Selasa pagi telah 25 jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi sejak penerbangan pertama yang tiba di Bandara Jeddah King Abdul Azis, 22 September 2012. Menurut Daker Mekkah Misi Haji Indonesia, Selasa, Suripto bn Suwandi (63), yang tergabung dalam klompok terbang 28 embarkasi Solo meninggal di pondokan Madinah karena menderita gangguan pada sistem pernafasannya. Sudirman bn Abdullah Ikhwan (72) yang tergabung dalam kloter 55 embarkasi Solo meninggal di bandara Jeddah akibat sistem pernafasan. Sedangkan Suhaimin bn Abdul Gani (62) yang tergabung dalam kloter 25 embarkasi Ujungpandang meninggal akibat penyakit pada sistem sirkulasi di Masjid di Mekkah. Hingga Selasa siang, telah 80.538 jemaah Indonesia dari 197 klompok terbang (kloter) telah tiba di Mekkah. Indonesia tahun ini mendapat kuota haji 211.000 jemaah, masing-masing 194.000 jemaah reguler dan 17.000 jemaah khusus. Menurut seorang dokter petugas kesehatan haji Indonesia, cuaca dan kelelahan sebagai faktor utama penyebab meninggalnya jemaah haji Indonesia, yang umumnya berusia lanjut. Sebelum meninggalnya tiga jemaah terbaru, telah 22 jemaah yang meninggal dunia di Mekkah, Medinah maupun Jeddah. Nama dan asalnya masing-masing: 1. Siti Rahmatia binti Yasin (67) dari embarkasi Ujungpandang. 2.Sumardi SM (55) dari embarkasi Solo. 3. Indriano bin Khairunas (49) dari embarkasi Padang. 4. Juju bt Lili Adinata (54) dari embarkasi Jakarta. 5. Endang Rusmiyatun bt Rusmin (50) dari embarkasi Solo. 6. Saodah Muawanah bt Katiran (58) dari embarkasi Surabaya. 7. Yusupadi bin Marjo Suwito (62 th) dari embarkasi Solo. 8. Yoso Sudarmo bin Pawiro Rejo (58), dari embarkasi Solo. 9. Toto bin Ahmad Rejo (64), dari embarkasi Solo. 10. Sumiyat Proyitno bin Karyono (53) dari embarkasi Jakarta. 11. Sarimanih bt Siarun (70) dari embarkasi Padang. 12. Syaribanun HM Hasan (81) dari embarkasi Medan. 13. Sutarno bin Prawirosuratno (63) dari embarkasi Solo. 14. Samiah binti Akim (67) dari embarkasi Banda Aceh. 15. Suwardi bin Kartonawi (72) dari embarkasi Jawa Barat. 16. Muji Rahayu Dwi Astuti bint Asrukan (34) dari embarkasi Solo. 17. Ilyas bin Tgk Syik (50) dari embarkasi Banda Aceh 18. Syaifullah bin RW Syamubi (65) dari embarkasi Palembang 19. Rosna Siregar bt H Mhd Soleh (45) dari embarkasi Medan. 20. Umuri bin Laheri (58), dari embarkasi Ujung Pandang. 21. Syarifuddin bin Juned (59) dari embarkasi Banda Aceh 22. M. Chifki bin Imam Mochtar (58) dari embarkasi Sol 23. Suripto 24. Sudirman. 25. Suhaimin. Menurut informasi anggota masyarakat Mekkah yang telah berkali-kali menjadi petugas haji, jemaah haji yang meninggal biasanya lebih banyak pada akhir-akhir musim haji, terutama pada saat Wukuf di Arafah karena seluruh jemaah haji sedang berada di padang Arafah dan pengaruh cuaca. Oleh sebab itu, kata petugas kesehatan haji tersebut, jemaah haji perlu mempersiapkan diri dari sisi kesehaan menghadapi puncak haji itu agar tetap sehat sampai berada di Indonesia kembali. (ANTARA) [Non-text portions of this message have been removed]
