http://www.antaranews.com/berita/337720/menteri-esdm-janjikan-kemudahan-bagi-investor


Menteri ESDM janjikan kemudahan bagi investor
Selasa, 9 Oktober 2012 16:28 WIB | 420 Views

 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik (ANTARA)

  Saya berjanji 

Nusa Dua (ANTARA News) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero 
Wacik pada pertemuan Pertukaran Informasi Gas atau Gasex di Nusa Dua, Bali, 
menjanjikan akan memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan 
modalnya di bidang energi.

"Saya berjanji mempermudah perizinan eksplorasi dan memberikan insentif 
tambahan. Ini yang harus dilakukan untuk dapat menemukan sumur minyak dan gas 
baru," katanya kepada wartawan sesuai membuka Gasex ke-12, Selasa.

Menurut dia, Indonesia membuka lebar pintu investasi di bidang energi untuk 
mengembangkan potensi energi baru dan terbarukan mengingat kebutuhan akan 
minyak dan gas di dunia semakin meningkat.

Indonesia memiliki kekayaan energi baru dan terbarukan yang potensial untuk 
dikembangkan, di antaranya energi panas bumi atau "geothermal" yang mencapai 10 
ribu megawatt, energi tenaga air, energi surya, dan biomassa.

"Karena itu, kami undang semua perusahaan yang memiliki kemampuan di bidang 
energi, berinvestasilah di Indonesia, kami syukuri negara kami memiliki hampir 
semua sumber energi dunia," kata menteri asal Kintamani, Kabupaten Bangli, itu.

Jero Wacik menambahkan, apabila pengembangan energi baru dan terbarukan tidak 
berhasil, maka pihaknya akan lebih memprioritaskan kebutuhan tersebut untuk 
dalam negeri, namun apabila pengembangan tersebut berjalan lancar dan berhasil 
menemukan sumber energi baru, maka gas yang didapatkan dari tanah Indonesia 
bisa terus di ekspor, disamping pula untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Meski membuka lebar investasi di bidang energi baru dan terbarukan, Menteri 
ESDM memberikan empat catatan bagi calon investor yakni semua investor wajib 
untuk menumbuhkan ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan, ikut 
mengentaskan kemiskinan, dan menjaga lingkungan hidup. 

"Jika para investor setuju dengan itu, maka kami akan membantu berikan 
kemudahan dan insentif, tetapi jika enggan, lebih baik investor pulang saja, 
tidak perlu investasi di Indonesia," katanya.

Sementara itu mengenai kebutuhan akan gas yang meningkat di dalam negeri, 
sedangkan disaat bersamaan beberapa perusahaan eksplorasi mengekspor gas dari 
Indonesia, menurut Jero Wacik, hal itu bisa dibicarakan dengan perusahaan 
eksplorasi yang beroperasi di Tanah Air terkait perubahan mendasar terkait 
kebutuhan energi gas.

Dia mencontohkan perusahaan eskplorasi minyak dari Inggris, British Petroleum 
(BP) yang melakukan eksplorasi gas di Papua dan mau merubah perjanjian karena 
kebutuhan gas di Indonesia meningkat.

"Eksplorasi itu semula 100 persen untuk ekspor, tetapi setelah saya negosiasi 
dan menerangkan kebutuhan gas di Indonesia makin meningkat, maka dalam kontrak 
baru BP mau mengalokasikan 40 persen hasilnya untuk kepentingan domestik," 
katanya.
(ANTARA-330) 
Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke