http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-indopos/66-indopos/27532-korsleting-bus-jamaah-indonesia-terbakar.html



Korsleting, Bus Jamaah Indonesia Terbakar

Wednesday, 10 October 2012 11:15 

MAKKAH–Belum lagi tiba di Kota Makkah, bus jamaah haji Indonesia kloter 13 
embarkasi Ujung Pandang terkena musibah. Bus berpenumpang 47 jamaah ludes 
terbakar sekitar 45 kilometer menuju Kota Makkah. Akibatnya, jamaah haji yang 
baru berangkat dari Madinah itu berhamburan menyelamatkan diri.

Barang bawaan jamaah yang tersimpan pada bagasi bagian atas bus Umul Quro 
tersebut tak terselamatkan. Peristiwa itu terjadi Senin (8/10) pada pukul 15.30 
waktu setempat di kawasan sekitar Jumum. Jumum merupakan lokasi check point 
jamaah yang bergerak dari Madinah menuju Makkah. 

Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. ’’Tas koper dan 
barang jinjingan milik jamaah habis terbakar. Bus yang membawa pun sudah 
menjadi puing besi saja,’’ tegas Ketua Daker Makkah Arsyad Hidayat di lokasi 
kejadian, Makkah, Senin (8/10). Arsyad Hidayat mengatakan, pihaknya akan 
meminta pertanggungjawaban nakobah (organisasi angkutan umum Saudi). Peristiwa 
itu merugikan para jamaah. Bukan hanya kerugian materi, tetapi juga nonmateri.

Kendati demikian, dia mengatakan seluruh jamaah yang menjadi korban kebakaran 
sudah dievakuasi. Jamaah pun sudah menempati pemondokan di Mispala sektor 8. 
Dengan kondisi sehat dan baik. ’’Saya harap jamaah bisa bersabar hadapi cobaan 
ini. Selanjutnya perlahan melaksanakan ibadah umrah dan pelaksanaan haji,’’ 
tuturnya.

Apa penyebab terbakarnya bus? Arsyad menjelaskan, dari hasil pemeriksaan polisi 
setempat, terbakarnya bus Umul Quro disebabkan korsleting listrik, sehingga 
percikan api menyambar cepat pada bagian dalam kabin bus. Dari keterangan 
jamaah, lanjut dia, indikasi terbakarnya bus sebenarnya sudah diketahui orang 
lain.

Itu terlihat dari pengemudi mobil sedan yang meminta bus Umul Quro menghentikan 
laju kendaraannya. ’’Pengemudi itu sempat berteriak kalau bagian mesin dari 
belakang bus mengeluarkan asap,’’ terangnya. Dia mengakui pengemudi bus Umul 
Quro dari Yaman itu memang cukup tenang. Pengemudi segera merapatkan bus dan 
meminta semua penumpang turun.

Meskipun barang bawaan di bagasi tak mungkin diselamatkan. Dengan ketenangan 
itulah, dia merasa jamaah haji yang berjumlan 47 orang dalam bus bisa selamat. 
Padahal hampir 60 persen dari jamaah itu perempuan, di antaranya lansia. ’’Kami 
merasa tenang karena jamaah selamat. Itu prioritas sekali. Jika kerugian 
materi, biar nanti kami yang menuntut pada pihak yang bertanggung jawab,’’ 
pungkasnya. (


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke