http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-politik/45-politika/27521-kader-golkar-bentengi-ical.html
Kader Golkar Bentengi Ical Tuesday, 09 October 2012 06:48 JAKARTA – Elite Partai Golkar seperti memagari Aburizal Bakrie dari desakan evaluasi terhadap pencapresannya, agar tidak sampai pada pembatalan. Ini semakin mengaskan bahwa ada faksi di internal partai berlambang beringin ini yang menginginkan pencapresan Ical dievaluasi. Salah satu elite Golkar yang terkesan memagari Ical itu adalah Wakil Ketua Umum Agung Laksono. Kepada pers, Agung mengatakan evaluasi memang bisa dilakukan dalam forum Rapimnas Golkar, namun evaluasi tersebut tak akan mengubah keputusan tentang figur capres. “Kami tidak menampik soal kemungkinan dilakukannya evaluasi pencapresan itu. Tapi semangat dan arahnya sama sekali tidak bisa mengubah keputusan Rapimnas Golkar tentang penetapan Pak Aburizal sebagai calon presiden,” ujarnya di Jakarta, kemarin (8/10). Dia menambahkan, evaluasi adalah sesuatu yang lumrah dilakukan dengan semangat pembenahan. Jika keputusan yang sudah diambil namun implementasinya belum maksimal, maka itu perlu dibenahi agar bisa menjadi maksimal. Karena itu, evaluasi dalam hal ini adalah upaya menemukan dan kemudian memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada selama ini. “Jadi memang ada evaluasi terhadap kekurangan Pak Ical sebagai capres. Ini akan menjadi jawaban untuk menentukan langkah selanjutnya agar capres Golkar sukses. Apa saja harus dilakukan agar popularitas dan elektabilitas pak Aburizal meningkat,” tegasnya. Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar Agusman Effendi mengatakan, evaluasi terhadap pencapresan Ical di 2014 memang bisa saja dilakukan jika Rapimnas Golkar menginginkan hal itu. Namun jika konteks evaluasi adalah membatalkan pencapresan Ical, maka peluang tersebut sangat kecil, bahkan nyaris tidak ada. “Kalau soal evaluasi terhadap pencapresan Ical saya kira terlalu dini. Sebab pilpres baru dilakukan 2014, sedangkan pencapresan Ical juga baru diputuskan tahun ini. Jadi terlalu kesusu kalau evaluasinya mengarah pada pencapresan,” ujarnya pada wartawan. Agusman menambahkan, yang jadi fokus kerja saat ini adalah bagaimana menyukseskan target raihan Golkar dalam pileg, dan ini kaitannya dengan sosok ataupun figur yang akan diusung sebagai caleg. Karena itu, Partai Golkar sudah barang tentu melakukan seleksi caleg dengan baik, meski harus diakui keputusan tentang daftar caleg akan menuai kekecewaan dari berbagai pihak. “Kita tidak pungkiri bahwa akan ada kader ataupun elemen yang kurang puas atas susunan pencalegan Golkar. Tapi jika keputusan sudah diambil, maka semua harus menaatinya meski kekecewaan itu pasti muncul. Termasuk dari kalangan pemuda Golkar,” ungkapnya. (dms) +++++ http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-nasional/34-Nasional%20BeritaText/16463-sayap-politik-golkar-soroti-daerah-penghasil-migas.html Sayap Politik Golkar Soroti Daerah Penghasil Migas Wednesday, 12 October 2011 10:27 JAKARTA - Forum Diskusi Nasional (FDN) Kosgoro 1957 terus menyoroti masalah kesejahteraan rakyat (kesra) di daerah penghasil tambang minyak dan gas bumi (migas). Pasalnya, banyak kawasan dengan sumberdaya alam yang besar namun belum bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Sebagimana dikatakan oleh Ketua Kosgoro 1957, Leo Nababan, persoalan daerah kaya penghasil tambang sebetulnya lebih pelik dibanding kawasan pertanian. Karena banyak faktor yang melingkupinya. Selain masalah bagi hasil, daerah tersebut biasanya akan dibelit persoalan limbah dari sisa tambang itu. “Ini akan kita soroti, karena Kosgoro peduli dengan kelesatarian alam di daerah Hal tersebut agar bumi yang kaya ini bisa lestari dan lebih lama mensejahterakan rakyatnya dengan adil, juga tentunya harus bisa diwariskan ke anak cucu,” ujar politisi Golkar ini kepada wartawan, kemarin. Tidak hanya itu, Leo juga memaparkan, masalah lain yang kerap menjadi polemik di daerah. Yakni persoalan pembagian hasil migas yang kadang banyak tidak mengedepankan prinsip keadilan yang layak bagi masyaraktdi daerah sebagai pemilik asli saham dari sumber daya alamnya. “Tentunya persoalan ini juga akan segera kita kupas secara mendalam nanti dalam diskusi nasional yang akan digelar di Jakarta, Jumat(14/10). Diharapkan, diskusi bisa menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah dan DPR agar problem kesra dan pencemaran di wilayah penghasil migas bisa segera diatasi dan ini amat erat kaitanya dengan masalah otda,” papar Leo yang didampingi Sekretaris FDN Kosgoro Bobby Rizaldy, Wakil Ketua FDN Sukirman, dan panitia pelaksana diskusi Rosdinal Salim. (dms) [Non-text portions of this message have been removed]
