Ref: Mengapa demikian? http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/17/356510/284/1/Banyak-Parpol-tidak-Tempatkan-Perempuan-di-Nomor-Jadi
Banyak Parpol tidak Tempatkan Perempuan di Nomor Jadi Rabu, 17 Oktober 2012 23:49 WIB a.. BANDARLAMPUNG--MICM: Akademisi Universitas Lampung Ari Damastuti mengungkapkan sebagian partai politik tidak menempatkan perempuan di nomor urut jadi atau urutan teratas di dalam penyusunan calon anggota legislatif. "Ini persoalan psikologi mata pilih yang harus dipertimbangkan oleh partai politik, sepanjang perempuan tidak diletakkan di nomor jadi, maka perempuan tidak akan mendapat kesempatan untuk lebih banyak di ranah politik," kata Ari Damastuti dalam diskusi publik keterlibatan perempuan dalam politik yang digelar Partai Demokrat Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Rabu (17/10). Menurut dia, meski penentuan anggota legislatif menggunakan sistem suara terbanyak, secara psikologis penempatan nomor urut caleg juga mempengaruhi pilihan, apalagi dengan banyaknya parpol peserta pemilu dan besarnya surat suara. "Mata pilih perempuan, khususnya yang berada di perdesaan, biasanya tidak akan mau membuka kertas suara secara keseluruhan, dan mengambil jalan pintas untuk memilih nomor urutan teratas," katanya. Menurutnya, posisi perempuan dalam politik semakin tidak jelas, manakala dalam revisi undang-undang parpol menyebutkan bahwa setiap parpol harus ada keterwakilan 30 persen perempuan, namun tidak menyebutkan adanya sanksi bagi parpol yang melanggar aturan itu. Ia menjelaskan alasan logis perlunya keterwakilan perempuan diperjuangkan adalah dalam tataran pengambilan kebijakan di tingkat legislasi, ada beberapa kebutuhan rakyat yang tidak terpikirkan oleh kaum laki-laki. "Jika perempuan diletakkan nomor tengah sampai bawah, maka akan berdampak menurunnya angka keterwakilan perempuan di parlemen," ujarnya. Sementara itu Komisiner KPU Lampung Handy Mulyaningsih menyebutkan, beberapa parpol meletakkan perempuan di daerah pemilihan (dapil) di nomor tidak jadi. "Sebagian besar suara perempuan berada di nomor tengah dan bawah, jarang sekali yang berada di nomor jadi," ujarnya. Menurutnya, perempuan wajib untuk mendukung isu-isu agenda perempuan agar seimbang dalam agenda politik. (Ant/Ol-3) [Non-text portions of this message have been removed]
