KPK Temukan Petunjuk Keterlibatan Anas dalam Hambalang

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan petunjuk 
yang mengarah pada keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas 
Urbaningrum dalam kasus Hambalang 
http://nasional.kompas.com/read/2012/04/30/08010285/KPK.Yakin.Anas.Terlibat.dalam.Proyek.Hambalang.
 KPK tengah merangkai petunjuk-petunjuk tersebut sehingga dapat dijadikan alat 
bukti untuk menjerat Anas.

“Berdasarkan petunjuk-petunjuk atau pernyataan-pernyataan yang ada 
memang seperti itu. Tapi petunjuk belum bisa disimpulkan sebagai bukti, 
harus disaturangkaikan dengan bukti-bukti lain,” kata Wakil Ketua KPK, 
Busyro Muqoddas di Jakarta, Kamis (4/10/2012) saat ditanya apakah ada 
indikasi ke arah keterlibatan Anas.

Berdasarkan informasi dari 
KPK yang diterima Kompas, salah satu bukti indikasi keterlibatan Anas 
dalam proyek tersebut adalah pembelian sebuah Toyota Harrier pada 
November 2009 di dealer mobil Duta Motor Pacenongan , Jakarta Pusat 
http://nasional.kompas.com/read/2012/06/27/19223187/Anas.Enggan.Tanggapi.Toyota.Harrier.dari.Adhi.Karya.dan.Wika?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign.
  Mobil mewah B 15 AUD itu diduga dibelikan PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya 
katena telah memenangkan tender proyek Hambalang.

“Sudah kita ketahui ada sopir Anas dipanggil dan seterusnya. Jadi kita 
mengapresiasi setiap informasi atau petunjuk-petunjuk yang masuk kita 
kembangkan,” kata Busyro. Dia juga mengatakan KPK mungkin memanggil Anas
 dalam penyelidikan Hambalang jilid II ini jika memang keterangannya 
diperlukan.

KPK membuka penyelidikan jilid II Hambalang setelah
 menetapkan mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian 
Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar sebagai tersangka 
http://nasional.kompas.com/read/2012/07/19/18203861. Seperti yang diungkapkan 
Wakil Ketua KPK lainnya, Bambang Widjojanto, 
penetapan Deddy sebagai tersangka merupakan anak tangga pertama sebagai 
pijakan KPK mengusut keterlibatan pihak lain.

Rabu (3/10/2012), KPK meminta keterangan istri mantan Bendahara Umum Partai 
Demokrat Muhammad Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni 
http://nasional.kompas.com/read/2012/10/03/11053558/KPK.Kembali.Periksa.Nazaruddin.untuk.Istrinya.
 Neneng dimintai keterangan seputar aktivitasnya di Grup Permai yang dalam 
persidangan Nazaruddin mencuat cerita 
http://nasional.kompas.com/read/2012/10/02/14420466/KPK.Akan.Lacak.Aliran.Dana.ke.Kongres.Demokrataliran
 dana dari kas perusahaan tersebut ke arena kongres Partai Demokrat. 
Melalui kongres tersebut, Anas terpilih sebagai ketua umum partai.

Dalam persidangan Nazaruddin terungkap cerita soal uang yang disimpan 
di kas Grup Permai dan dikirim ke kongres Partai Demokrat. Uang tersebut
 dikirim melalui kurir Grup Permai. KPK sudah meminta keterangan kurir 
tersebut. Selasa lalu, KPK meminta keterangan salah satu Ketua DPP 
Partai Demokrat Umar Arsal.

Salah satu tim sukses Anas dalam 
kongres Partai Demokrat 2010 itu mengaku pemeriksaannya terkait 
penyelenggaraan kongres. Nama Umar mencuat dalam sidang Nazaruddin. 
Namanya disebut mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat 
Minahasa Tenggara Diana Maringka. Dalam kesaksiannya 
http://nasional.kompas.com/read/2012/05/26/04405546/Diana.Diperiksa.Terkait.Hambalang.dan.Kongres.Nasional
 Demokrat
, Diana mengaku mendapat uang 7.000 dollar Amerika Serikat, Rp 100 juta, dan Rp 
30 juta dalam beberapa tahap selama kongres.

Menurut Diana, uang tersebut terkait pemenangan Anas Urbaningrum dalam 
kongres. Uang tersebut diperoleh dari Umar. Umar mengakui memang sempat 
membagikan uang transportasi untuk sejumlah DPC.

Penulis : Icha Rastika | Kamis, 4 Oktober 2012 
sumber: 
http://nasional.kompas.com/read/2012/10/04/20022992/KPK.Temukan.Petunjuk.Keterlibatan.Anas.dalam.Hambalang

Ikuti perkembangan beritanya di topik pilihan

0.http://nasional.kompas.com/read/2012/08/08/18582689/Saksi.Hambalang.Ditanya.Peran.Menpora?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign

1.http://nasional.kompas.com/read/2012/09/04/10561083/Terkait.Hambalang.KPK.Periksa.Dirut.PT.Yodya.Karya?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign

2.http://nasional.kompas.com/read/2012/09/17/15042493/KPK.Periksa.Direktur.dan.Kasir.PT.Adhi.Karya?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign

3.http://nasional.kompas.com/read/2012/09/18/11561716/KPK.Periksa.Manajer.Proyek.Hambalang?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign

4.http://nasional.kompas.com/read/2012/09/24/19210485/KPK.Minta.Keterangan.Sopir.Anas.Terkait.Hambalang?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign

5.http://nasional.kompas.com/read/2012/09/25/00323498/Hak.Guna.Lahan.Hambalang.Belum.Dilepas.ke.Kemenpora?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign

6.http://nasional.kompas.com/read/2012/09/26/16302496/Lagi.Manajer.PT.Wijaya.Karya.Diperiksa.KPK?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign

7.http://nasional.kompas.com/read/2012/10/02/11285310/KPK.Gali.Informasi.dari.Tim.Sukses.Anas?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign

8.http://nasional.kompas.com/read/2012/10/03/11053558/KPK.Kembali.Periksa.Nazaruddin.untuk.Istrinya

9.http://nasional.kompas.com/read/2012/10/02/14420466/KPK.Akan.Lacak.Aliran.Dana.ke.Kongres.Demokrat

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke