http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/10/357167/284/1/Popularitas_Partai_Islam_Merosot_Akibat_Perilaku_Kader

Popularitas Partai Islam Merosot Akibat Perilaku Kader 
Penulis : Emir Chairullah
Sabtu, 20 Oktober 2012 17:59 WIB     a.. JAKARTA--MICOM: Merosotnya popularitas 
parpol berbasis massa Islam diakibatkan perilaku kadernya sendiri. Ketua DPP 
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Shohibul Iman mengakui, akibat perbuatan kader 
parpol Islam yang tidak terpuji, seperti korupsi. 

"Kita akui masyarakat sikapnya keras jika partai yang mengatasnamakan Islam 
tapi kadernya berbuat tidak terpuji. Meski kecil, responnya luar biasa," 
katanya dialog Polemik bertajuk 'Partai Islam Merosot' yang digelar di Jakarta, 
Sabtu (20/10_. 

Shohibul menyebutkan, seharusnya partai Islam bisa membawa esensi ajaran Islam 
ketika berpolitik atau bernegara. Publik melihat sesuatu yang memalukan apabila 
politisi parpol Islam melakukan perbuatan tidak terpuji sementara di sisi lain 
ia berteriak mengenai ajaran Islam. 

"Karena itu, perlu kader partai Islam yang lebih menunjukkan substantif Islam 
itu sendiri, bersih dan peduli," katanya. 

Saat ini sejumlah tokoh dari partai Islam, seperti Wa Ode Nurhayati dari Partai 
Amanat Nasional (PAN) divonis bersalah karena terlibat kasus korupsi PPID. 
Sebelumnya politisi PPP Al Amin Nasution divonis bersalah karena menerima suap 
dari Azirwan, dalam kasus alih fungsi Hutan Lindung di Pulau Bintan pada 2008. 

Namun Sohibul membantah apabila posisi partai Islam hanya sebagai pelengkap di 
2014. Ia justru mempertanyakan hasil survei yang diungkapkan beberapa lembaga 
survei, seperti LSI yang memaparkan kemerosotan partai Islam. "Parti Islam 2014 
jadi partai pelengkap, itu sebetulnya hanya opini," katanya. 

Menurutnya, lembaga survei yang melakukan survei tentang partai Islam ini tidak 
sesuai dengan kaidah akademis. "Kami berhak pertanyakan metodologinya. Margin 
of error itu bagaimana mengukur sampling of error. Nah di luar itu banyak error 
yang terjadi," ujarnya.(Che/X-14) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke