http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/20/357148/284/1/Ini-Tiga-Penyebab-Kegagalan-Partai-Islam-Raih-Suara


Ini Tiga Penyebab Kegagalan Partai Islam Raih Suara 
Penulis : Putri Werdiningsih
Sabtu, 20 Oktober 2012 15:14 WIB      
Ilustrasi---Micom/ip
Survei Indonesia telah menunjukkan perolehan partai politik berbasis Islam 
lebih rendah dibandingkan dengan partai nasionalis. Menurut penelitisi LSI 
Adjie Al Faraby, setidaknya ada tiga hal yang menjadi penyebab turunnya pamor 
partai Islam. 

Pertama, belakangan ini partai Islam tidak memiliki program yang konkrit untuk 
ditawarkan kepada masyarakat. Adjie mengatakan selama ini hanya mengandalkan 
program yang terlalu umum tanpa menyentuh kesejahteraan masyarakat. 

Kedua, persoalan yang mendasar adalah persoalan integritas tokoh. Menurut 
Adjie, partai Islam ini sekarang tidak memiliki tokoh teladan yang jauh dari 
kasus korupsi. Ia pun mencontohkan dua tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 
Suryadharma Ali dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang 
justru semakin menunjukkan masalah di kementeriannya. 

"Terjadi krisis kebanggan Islam. Orang percaya kepada individual bukan kepada 
kelompok, jadi prestasi yang utama," terangnya 

Ketiga, Adjie mengatakan sekarang ini semakin banyak partai nasionalis yang 
justru mengakomodasi kepentingan Islam. Menurutnya hal ini harus semakin 
diwaspadai partai Islam. 

"Kalau partai nasionalis semakin mengakomodatif terhadap kepentingan Islam maka 
alasasan pemilih untuk memilih partai Islam makin kecil," pungkasnya. (*/X-14

+++++

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/10/357166/284/1/Tokoh_Islam_Berakhir_di_Amin_Rais_dan_Gus_Dur


Tokoh Islam Berakhir di Amin Rais dan Gus Dur 
Penulis : Putri Werdiningsih
Sabtu, 20 Oktober 2012 17:51 WIB      
MI/Adam Dwi/ip
  a.. JAKARTA--MICOM: Partai berbasis Islam dinilai kini sudah tidak memiliki 
tokoh lagi untuk meraih perhatian publik. Menurut peneliti Lingkaran Survei 
Indonesia (LSI) Adjie Al Faraby, tokoh islam yang menonjol hanya berhenti pada 
era mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Amien Rais dan mantan 
Presiden RI Abdulrahman Wahid. 

"Pasca pak Amin Rais dan Gus Dur belum ada tokoh yang menggantikan," kata Adjie 
saat dalam diskusi Polemik di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10). 

Ia pun lantas menerangkan sebelum akhirnya Amin Rais masuk Partai Amanat 
Nasional (PAN) atau Gus Dur masuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) keduanya 
sudah jelas memiliki pemikiran yang luar biasa dalam ormas. Menurutnya inilah 
yang kemudian menjadi modal keduanya untuk meraih dukungan massa. 

"Keduanya adalah pemimpin ormas dari sisi basis massa mereka punya loyalitas 
ini jadi modal untuk tokoh-tokoh ini," terangnya. 

Hal ini juga dibenarkan oleh pengamat politik Islam Ridwan Saidi. Bahkan ia 
mengatakan sudah terlambat bagi partai Islam jika ingin memunculkan tokoh yang 
cukup berpengaruh untuk meraih simpati publik. 

"Tokoh-tokoh tidak lahir dari parpol. Sudah tidak ada waktu lagi bagi partai 
islam untuk melahirkan tokoh-tokohnya saat ini," tegasnya. 

Menanggapi hal ini politikus PKS, Sohibul Iman mengatakan hal tersebut tidak 
bisa disepadankan begitu saja. Kata dia, terlalu jauh usianya jika ingin 
dibandingkan dengan tokoh yang ada sekarang seperti Hidayat Nur Wahid maupun 
Muhaimin Iskandar. 

"Ini kemudian menjadi tatangan kemudian ini menjadi pertarungan kalangan muda 
ke kalangan nasionalis," cetusnya. (*/X-14



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke