Harus lebih cepat menulisnya ........, 
marc
 

 
-------Original Message-------
 
From: GELORA45
Date: 29.10.2012 4:45:52
To: GELORA_In
Subject: [GELORA45] Bagaimana Mengatasi "Internet Lambat" di Indonesia?
 
  
 
Bagaimana Mengatasi "Internet Lambat" di Indonesia?
Senin, 29 Oktober 2012 | 09:28 WIB
 
 
akamai
Rata-rata kecepatan internet di Indonesia dari waktu ke waktu menurut riset
Akamai.
 
akamai
Kecepatan puncak (peak) koneksi internet di Indonesia dari waktu ke waktu,
menurut riset Akamai.
 
KOMPAS.com - Laporan Akamai mengenai kondisi internet dunia (berdasarkan
versi mereka) menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan koneksi
paling pelan di Asia. 

Dalam sebuah diskusi online, Senin (29/10/2012), Executive Director
Indonesian ICT Partnership Association (ICT Watch), Donny B.U., mengatakan
gejala penurunan itu bisa diamati sejak kuartal ketiga 2009. 

Donny mengaku hal ini cukup meresahkan. Apalagi, sejak "nyungsep" di 2009,
rata-rata koneksi internet Indonesia belum juga menunjukkan perbaikan. 

Praktisi Teknologi Informasi dan Chairman Board of Advisory ICT Watch, Onno
W. Purbo, menyebutkan data dari Akamai itu bisa dilihat dari dua hal. 

"Kalau lihat di peak speed kelihatan sekali naik. Sekarang peak speed di
atas 7.5 Mbps. Memang speed rata-rata turun banget," ujarnya. 


Seperti dikatakan Onno, data Akamai menyebutkan bahwa kecepatan puncak
(tertinggi yang pernah dicapai) di Indonesia terus menunjukkan peningkatan.
Sedangkan kecepatan rata-rata justru menunjukkan tren menurun. 

Menurut Onno, hal ini bisa dilihat secara positif. Bahwa sebenarnya,
pengguna internet di Indonesia bertambah banyak. Namun di sisi lain,
perkembangan infrastruktur terlalu lambat dan seakan hanya mengandalkan
selular.
"Akibatnya walaupun di iklan 7.5Mbps, user efektif cuma dapet 750Kbps," kata
Onno. 

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Memang, tidak sederhana, namun menurut
Onno hal itu bisa dimulai dari regulator.
Ia berpendapat, perlu dikeluarkan izin untuk memberikan akses broadband
alternatif yang berharga murah. Misalnya, ia mencontohkan, dengan teknologi
WiFi, Mesh dan lainnya.

 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke