http://www.antaranews.com/berita/342014/mahmoud-abbas-bikin-marah-rekan-sebangsanya

Mahmoud Abbas bikin marah rekan sebangsanya
Minggu, 4 November 2012 22:32 WIB | 1731 Views

 
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (REUTERS/Mike Segar)



Kota Gaza (ANTARA News) - Pernyataan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam 
satu wawancara dengan stasiun TV Israel, Channel 2, memicu protes warga 
Palestina terutama yang berada di Jalur Gaza yang dikuasai oleh HAMAS.

Sabtu kemarin ratusan pendukung HAMAS turun ke jalan di Jalur Gaza dengan 
meneriakkan slogan anti-Abbas dan mendukung hak sejarah orang Palestina untuk 
pulang dan membakar gambar Presiden Palestina tersebut.

"Saya adalah pengungsi Palestina dari Safad (yang sekarang menjadi kota di 
Israel utara). Saya sangat ingin berkunjung ke sana tapi saya tak ingin tinggal 
di sana. Semua yang kami ingin adalah mendirikan negara Palestina merdeka di 
wilayah yang diduduki Israel pada 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai 
ibukotanya," kata Abbas.

HAMAS dan faksi lain, bahkan tokoh dan pemimpin Fatah, mengecam pernyataan 
Abbas itu dan menganggapnya sebagai memberi konsesi baru kepada Israel yang 
melucuti hak pengungsi Palestina di wilayah Palestina dan di seluruh dunia 
untuk pulang ke kota kelahiran mereka di Israel.

Pada 1948, tak lama sebelum negara Yahudi dibentuk, ribuan orang Palestina 
dipaksa meninggalkan kota kecil dan desa tempat tinggal mereka. 

Sejak itu mereka telah dipandang PBB sebagai pengungsi. Kebanyakan orang 
Palestina berkeras ingin pulang ke tanah kelahiran nenek moyangnya itu.

HAMAS mengecam Abbas di dalam pernyataan surel karena menganggap tanah 
Palestina hanya sebagai tanah yang diduduki oleh Israel pada 1967, terutama 
Tepi Barat Sungai Jordan, Jalur Gaza dan Jerusalem Timur, demikian laporan 
Xinhua.

"Orang seperti Abbas yang memberi konsesi mengenai hak pulang, mesti berhenti 
mewakili dan memerintah rakyat Palestina," kata HAMAS. "Semua orang Palestina 
dan pemimpinnya menyatakan hak pulang adalah hak yang tak bisa dihapus 
siapapun."

(C003) 
Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke