http://www.antaranews.com/berita/339755/kasus-hiv-mulai-menyasar-ibu-dan-anak

Kasus HIV mulai menyasar ibu dan anak
Minggu, 21 Oktober 2012 12:44 WIB | 


Pangkalpinang (ANTARA News) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi 
Kepulauan Bangka Belitung mencatat sekitar 30 persen dari 566 kasus kasus 
HIV/AIDS di Babel, telah mengarah pada ibu rumah tangga dan anak yang tidak 
berdosa.

"Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan adanya peran serta pemerintah dan 
masyarakat dalam mensosialisasikan tentang bahaya penyakit Human 
Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) 
untuk meredam perkembangan kasus tersebut," Pengelola Program Komisi 
Penanggulangan Aids (KPA) Babel, Pari Pusta di Pangkalpinang, Minggu. 

Ia menjelaskan, pemerintah perlu mewaspadai dengan berbagai cara guna 
menghidari terus bertambahnya korban terjangkit virus mematikan itu. 

Selain itu pemerintah juga harus meperhatikan masyarakat yang terjangkit 
HIV/AIDS tersebut dengan mengupayakan pengobatan secara rutin agar tetap bisa 
bertahan seperti halnya masyarakat normal lainnya. 

Parni berharap masyarakat yang terjangkit HIV itu terutama para ibu rumah 
tangga dan anak-anak sudah terjangkit agar tetap menjaga kesehatan tubuhnya 
untuk bisa bertahan. 

"Para ibu rumah tangga dan anak-anaknya yang terjangkit itu harus tegar dan 
berusaha untuk memerangi virus yang ada dalam tubuh itu," ujarnya. 

Manurut dia, memang virus itu sampai saat ini belum bisa disembuhkan secara 
total, akan tetapi dengan menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara 
rutin akan memberikan semangat dan bisa bertahan. 

Selain itu, KPA Babel berharap kepada masyarakat yang terjangkit HIV untuk 
tidak menyebarluaskan penyakit itu secara sengaja agar tidak menyebar dan 
meresahkan masyarakat di daerah itu. 

"Terutama yang paling berpotensi menyebarkan virus tersebut adalah hubungan 
intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi," ujarnya. 

Menurut dia, alangkah baiknya para pengidap itu memiliki kesadaran untuk 
memotong jalur penyebaran penyakit berbahaya itu dan ikut serta melakukan 
sosialisasi bahayanya penyakit HIV tersebut. 
(KR-WRA) 

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke