http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/05/360650/89/14/Indonesia-Terancam-Tenggelam-di-Akhir-Abad-21


Indonesia Terancam Tenggelam di Akhir Abad 21 
Penulis : Soraya Bunga Larasati
Senin, 05 November 2012 17:48 WIB      
MI/Amiruddin Abdullah/ip

JAKARTA--MICOM: Indonesia terancam tenggelam di akhir abad 21. Peristiwa 
tersebut bukan lagi sekedar isapan jempol. 

Itu dikatakan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Jatna 
Supriatna. Hal tersebut terjadi bila tidak ada upaya mitigasi yang serius 
terhadap dampak perubahan iklim yang saat ini tengah melanda seluruh dunia 
tidak terwujud. 

"Hal paling tidak menguntungkan untuk kita yakni Indonesia sebagai negara 
kepulauan yang tidak menginduk pada suatu daratan besar. Jadi, tidak ada tempat 
untuk lari bila kenaikan muka laut ternyata melebihi seluruh daratan kepulauan 
yang ada," ujar Jatna di Jakarta, Senin (5/11). 

Perubahan iklim sebagai implikasi pemanasan global yang disebabkan kenaikan 
gas-gas rumah kaca terutama karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). 

Kenaikan gas-gas rumah kaca itu mengakibatkan dua hal utama yang terjadi di 
lapisan atmosfer paling bawah, yakni fluktuasi curah hujan yang tinggi dan 
kenaikan muka laut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia paling rentan terhadap 
efek kedua, yakni kenaikan muka laut. 

"Proyeksi kenaikan muka laut untuk wilayah Indonesia, hingga tahun 2100, 
diperkirakan hingga 1.1 meter. Sepertinya sedikit memang, tapi dampaknya tak 
main-main yang yakni hilangnya daerah pantai dan pulau-pulau kecil seluas 
90.260 km2 atau setara dengan 2.000-an pulau di nusantara," jelas Jatna. 

Masalah itu, menurut Jatna, bahkan mendapat perhatian dunia yang amat serius 
dalam pertemuan dunia yang membahas Sea Level di San Diego September 2012 lalu. 

Tenggelamnya gugus kepulauan Nusantara tentu saja merupakan bencana yang tidak 
terelakkan bila Indonesia tidak turut berperan serta secara aktif dalam 
penurunan tiga derajat suhu di akhir dekade ini. 

Pengamatan temperatur global sejak abad 19, menurut Jatna, menunjukkan adanya 
perubahan rata-rata temperatur yang menjadi indikator adanya perubahan iklim. 

Perubahan temperatur global ditunjukkan dengan naiknya rata-rata temperatur 
hingga 0,74 derajat Celcius antara tahun 1906 hingga tahun 2005. (*/OL-5) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke