http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/10/361989/4/2/Ikan-Impor-dari-China-Banjiri-Pasar-Tradisional
Ekonomi


Ikan Impor dari China Banjiri Pasar Tradisional 


Sabtu, 10 November 2012 16:25 WIB  
ANTARA/Septianda Perdana/rj
EKALONGAN--MICOM: Belasan ton ikan impor berasal dari China, selama beberapa 
bulan terakhir membanjiri pasar tradisional di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. 
Membanjirnya ikan impor itu karena para pedagang ikan saat ini kesulitan 
mendapatkan pasokan ikan lokal. 

Seorang pedagang ikan segar di Kota Pekalongan, Arso, 51, di Pekalongan, Sabtu 
(10/11), mengatakan bahwa beredarnya ikan impor dengan harga yang lebih murah 
ketimbang ikan lokal telah membantu para produsen dan pedagang ikan olahan 
karena mereka tidak kesulitan mendapatkan pasokan ikan. 

"Hampir setiap hari, beberapa truk pemasok ikan impor yang didatangkan dari 
Jakarta membongkar ikan berasal dari China di TPI Pekalongan. Pasokan ikan 
impor setiap hari berlimpah sehingga kami tidak kekurangan lagi bahan baku," 
katanya. 

Ia mengatakan, ikan impor yang dikemas dalam kardus berukuran sekitar 30x50 
centimeter dan dibungkus plastik berisi 90-100 ikan tersebut dijual seharga 
Rp90 ribu per kardus atau lebih murah dibandingkan dengan ikan lokal Rp105 ribu 
per kardus. 

"Hampir setiap pagi, ikan impor tersebut dijual di depan pintu gerbang TPI Kota 
Pekalongan dengan menggunakan truk boks yang dilengkapi mesin pendingin agar 
kondisi ikan tetap segar," katanya. 

Seorang pedagang ikan olahan Rasidin, 45, mengaku, selain membeli ikan lokal 
jenis layang, para pedagang juga hampir setiap hari membeli ikan impor sebanyak 
delapan sampai dengan 12 kardus untuk diolah menjadi ikan pindang dan dijual ke 
Pasar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. 

"Rasa ikan impor dengan ikan lokal akan berbeda jika sudah diolah sehingga kami 
sengaja membeli keduanya. Kalau ikan lokal, setelah diolah rasanya lebih manis 
sedangkan ikan impor tidak begitu manis sehingga ikan itu kami campur untuk 
dijual kembali," katanya. (Ant
+++++
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/11/362080/4/2/Eropa-Cabut-Hambatan-Ekspor-Ikan-Indonesia


Ekonomi


Eropa Cabut Hambatan Ekspor Ikan Indonesia 
Penulis : Irana Shalindra
Minggu, 11 November 2012 04:45 WIB  
Antara/Saptono/ip
JAKARTA--MICOM: Uni Eropa (UE) akhirnya resmi mencabut hambatan ekspor produk 
perikanan budi daya dari Indonesia. 

Sebab, produk terkait terbukti tidak mengandung kandungan residu antibiotik, 
yaitu chloramphenicol, nitrofurans, dan tetracyclines. 

Secara resmi, pencabutan itu dikeluarkan pada 6 November 2012 melalui European 
Commission Decision Nomor 2012/690/EU (CD 690/2012). 

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan pencabutan itu 
menjadi kabar baik untuk industri perikanan nasional, khususnya usaha budi 
daya, seperti kakap putih atau udang. 

"Sejak (hambatan) berlaku dari April 2010, tentu menurunkan daya saing produk 
budi daya kita karena kepercayaan konsumen merosot, image kurang baik," ujarnya 
saat dihubungi, Sabtu (10/11). 

Berakhirnya hambatan ekspor ke UE, lanjut Sharif, akan menekan waktu dan biaya 
yang dikeluarkan pengusaha. Semisal untuk uji di laboratorium atau pelabuhan 
masuk. 

"Hanya, pencabutan itu bersamaan dengan penurunan permintaan UE. Dampak ke 
depan masih kami pantau," kata dia. (Sha/OL

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke