Ref: .  Astagafirulah!! Mafia narkoba ada di istana?

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/11/362090/284/1/Mahfud-MD-Punya-Bukti-Ada-Mafia-Narkoba-di-Istana

Mahfud MD Punya Bukti Ada Mafia Narkoba di Istana 
Minggu, 11 November 2012 07:37 WIB      
MI/Susanto/ip
T
JAKARTA--MICOM: Ketua Mahkamah Konstitusi Moh. Mahfud MD memiliki bukti terkait 
dengan dugaan mafia narkoba di lingkungan Istana setelah pemberian grasi 
terpidana kasus narkoba, Meirika Franola alias Ola, 42. 

"Saya sudah membuktikan bahwa saya menduga dan percaya ada pengaruh permainan 
mafia. Dugaan itu sudah saya buktikan," kata Mahfud sebelum menyampaikan Pidato 
Kebudayaan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (10/11) malam. 

Menurut dia, putusan Mahkamah Agung (MA) terkait Ola sudah jelas bahwa 
perempuan terpidana narkoba itu bukan kurir, melainkan penyalur. 

"Pendapat MA terhadap Presiden ialah agar Ola tidak diberi grasi karena dia 
bukan kurir," katanya. 

Selain itu, dia menegaskan kembali bahwa terdapat fakta di lapangan yang 
membuktikan mafia narkoba masih bermain di lembaga pemasyarakatan (LP). 

"Ada fakta yang disidak Denny (Indrayana) di berbagai LP, sampai yang dihukum 
banyak sekali termasuk Kepala LP Nusa Kambangan. Itu fakta," katanya. 

Mahfud menegaskan bahwa yang diungkapkannya tersebut bukan terkait ranah hukum. 
Soalnya, dalam ranah hukum bukti tersebut harus dibeberkan di pengadilan. 

Sebelumnya, dugaan Mahfud MD terkait mafia narkoba di lingkaran Istana tersebut 
mendapat reaksi keras dari Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. (Ant/O

++++++

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/11/362071/284/1/Istana-Panik-dengan-Tudingan-Mahfud


Istana Panik dengan Tudingan Mahfud 
Penulis : Thomas Harming Suwarta
Minggu, 11 November 2012 03:05 WIB   




JAKARTA--MICOM: Reaksi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi tampak berang 
dengan pernyataan Ketua MK Mahfud MD soal pemberian grasi bagi terpidana kasus 
narkoba Meirika Franola atau Ola. 

Itu dinilai sebagai bentuk kepanikan pihak Istana. Terlepas dari benar atau 
tidaknya ungkapan Mahfud, Istana seharusnya tidak perlu terlalu reaktif. 


Demikian diungkapkan pakar psikologi politik UI Hamdi Moeloek saat ditemui di 
sela-sela diskusi buku berjudul Mari Bung Rebut Kembali; Pidato Inspirasi Sang 
Penggagas Restorasi di Tokoh Buku Gramedia, Matraman, Jakarta, Sabtu (10/11). 

"Kelihatan sekali reaksi dari Pak Sudi sebagai bentuk kepanikan. Ini justru 
menjadi bumerang seakan-akan memberi pesan bahwa yang diungkap Pak Mahfud benar 
adanya," ujar Moeloek. 

Moeloek menjelaskan, Mahfud merupakan pimpinan sebuah lembaga negara yang 
sangat disegani karena kinerjanya yang membanggakan masyarakat. 

Bagi dia, sosok Mahfud adalah sosok berintegritas dan sangat punya pengaruh, 
sehingga sulit dipahami bahwa yang dia katakan adalah sesuatu yang asal bicara 
tanpa kebenaran. 

"Publik tahu sosok seorang Mahfud. Ia apa adanya, jujur, punya wibawa, dan 
berintegritas. Ia orang internal pemerintahan juga yang tahu isi perut di dalam 
pemerintahan itu sendiri. Pasti ada benarnya juga," jelas Hamdi. 

Ia mencontohkan, saat ia membeberkan ke publik kasus surat palsu MK yang 
menyeret nama mantan komisioner KPU Andi Nurpati. 

"Di situlah kita tahu sosok seorang Mahfud. Ia tidak mungkin bicara sesuatu 
yang tidak ia ketahui secara jelas. Bahwa kasus ini mentok, itu karena di 
kepolisian. Tapi, tingkat kebenaran berdasarkan logika publik sudah 
terang-benderang. Jadi saya cukup yakin bahwa yang beliau sebut itu benar," 
terangnya. (SW/OL-5) 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke