ASAHAN:
Bangsa Belanda tidak bahagia dengan Pemerintah Koalisi
Kanan-"Kiri"
Pemerintah Koalisi PvdA - VVD (Liberal ultra kanan) serta merta mendapat
tentangan keras dari berbagai pihak (termasuk oleh intern Partai VVD sendiri)
sebelum kabinet diresmikan sebagai Pemerintahan yang baru. Persoalan pokoknya
adalah apa yang dinamakan "zorg premie" yaitu peningkatan secara drastis uang
yang harus dibayar pada asuransui kesehatan setiap bulannya. Golongan yang
bergaji besar atau tinggi sangar tidak suka uang mereka diambil lebih banyak
dari pada yang sebelumnya berlaku dan itu menyinggung para tokoh Partai VVD
sendiri yang lalu menyuarakan tantangan keras terhadap Pemerintah Koalisi yang
diperdanai mentri-in Mark Rutte (VVD).
Padahal kaum minima (bergaji rendah) juga mendapat bagian yang sama dalam hal
peninggian uang "zorg premie", pemotongan uang pensiun, pembayaran
ongkos-ongkos perobatan dan layanan kesehatan dan segala macam bentuk
pemiskinan lainnya demi untuk membayar penghematan negara yang telah ditetapkan
sebanyak 16 milyard euro . Singkat kata Pemerintah koalisi kanan-"kiri" yang
sekarang sedang dan akan melucuti semua yang masih bisa dilucuti dari rakyat
Belanda dengan alasan untuk memperpaiki ekonomi Belanda dalam masa resesi
ekonomi dunia sekarang ini. Kaum minima dan kaum maxima Belanda merasa tidak
puas dan tidak bahagia. Tapi rencana Pemerintah akan jalan terus betapapun
tentangan dari segala pihak. Rutte dan Samsom(ketua fraksi PvdA) sudah berbulat
tekad dengan program mereka. Belanda memang menganut demokrasi kabinet meskipun
menamakan dirinya demokrasi Parlementer. Kabinet memutuskan dan menjalankan
semua program mereka sedangkan Parlemen boleh buka mulut dan teriak-teriak
setiap hari dan memang di sinilah sesungguhnya letak kediktaturan borjuasi yang
masih berlaku dan utuh. Bukankah hal ini juga dijalankan di Indonesia? Bedanya
Parlemen Indonesia lebih mudah dikendalikan dan tidak bacar mulut seperti
anggota-anggota Parlemen Belanda.
Lantas apa lagi yang bisa disebut KIRI kalau kaum "kiri" turut aktif
memiskinkan dan melucuti rakyatnya sendiri dengan bekerja sama dengan kaum
kanan?. Seorang pengkritik dari kalangan awam menilai Partai Groen Links sambil
menuding ketuanya: "Sebagai Partai kiri, kalian tidak cukup kiri".Sebetulnya
tudingan tsb bisa juga ditujukan terhadap PvdA, hanya saja kata "kiri"harus
diganti dengan KANAN menjadi: "Sebagai Partai kanan, kalian lebih kanan dari
yang kanan",
Seorang tokoh tua terkenal dari VVD ( HansWiegels) mengkritik Perdana Mentri
dari Partainya sendiri sebagai "a sosial". Bangsa Belanda memang termasuk
bangsa SOSIAL.Tapi itu bukan berarti penganut sosialisme. Pengertian sosial di
kalangan kaum borjuasi adalah rasa solider dari mereka yang berpunya atau kaya
raya terhadap kaum tak berpunya atau kaum miskin atau rakyat jelata. Solider
berarti suka rela, tidak ada paksaan dan bukan kewajiban, bukan keharusan. PvdA
memang punya sifat-sifat solider atau watak sosial seperti itu dan bahkan juga
Partai Sosialis mereka punya pengertian sosialis sebatas rasa solidaritas
belaka dan bukan untuk memperjuangkan sosialisme yang berdasar Marxisme dan
memang begitulah ideologi para kaum sosial demokrat(Sosdem) sedunia.
Untuk membela atau menutupi program Pemerintah yang "a sosial" seperti yang
dituduhkan oleh pihak oposisi dan penentang lainnya, Pemerintah melontarkan
kalimat emosionil seperti: "setiap orang kebagian rasa pahit yang sama". Tapi
apakah benar demikian? "Rasa pahit yang sama"? Jelas bagi kaum minima rasa
pahit itu jauh lebih getir dari mereka yang bergaji besar atau berpendapatan
besar yang sesungguhnya masih jauh dari pada pahit dan lebih menunjukkan sifat
kekikiran dan keserakahan mereka. Dan sekarang mereka berteriak lebih kencang
dari kaum minima yang sudah tercekik sama sekali batang leher mereka.
ASAHAN.