Meirika Franola "JENDRAL" Lapas Wanita Tanggerang

Namanya Meirika Franola public negri ini ramai membicarakan sosok yang 
satu ini, siapa Ola berikut indonesiagituloh.com menghadirkan kisah Ola dalam 
Rutan Wanita 
Tanggerang. 

Ola merupakan terpidana narkoba yang mendapat vonis
 mati pada Agustus 2000 lalu. Dia bersama dua orang sepupunya, Deni 
Setia Maharwa dan Rani Andriani terbukti bersalah menyelundupkan 3,5 
kilogram heroin dan 3 kilogram kokain melalui Bandara Soekarno-Hatta 
dalam perjalanan menuju London pada 12 Januari 2000.

Berdasarkan data tersebut diatas sudah 12 tahun Meirika Franola ditahan,dalam 
kasus yang disebut diatas. 

Sang “JENDRAL”

Demikian Meirika Franola dipanggil “Jendral” oleh sesama penghuni Lapas
 Wanita Tanggerang,panggilan tersebut terkait “kekuasaan” yang dimiliki 
oleh wanita ini.Dapat dibayangkan jika perilaku Ola yang 
temperamental,sering memukul sesama penghuni lapas tapi semua diam.Apa 
yang mendasari semuanya tak lain adalah uang,uang membutakan petugas 
lapas wanita Tanggerang.Panggilan ini sudah cukup lama sebelum heboh 
Grasi Presiden untuknya,artinya Ola berperan cukup dalam Lapas Wanita 
Tanggerang.Jangan kaget jika Ola sering teriak dan keluarkan kata kata 
yang tak sedap dikuping ketika “Tagihan Pembayaran Narkoba Tak 
Terbayar”.Kesimpulannya Sang “Jendral” Bandar Narkoba didalam Lapas 
Wanita Tanggerang”.Apakah diamnya petugas Lapas hanya karena Ola membuat
 taman taman dalam Lapas Wanita,tentu tidak,buat taman tak seberapa 
dananya.Paling dasyat menurut sumber indonesiagituloh.com Ola memiliki 
Hp dan BB yang dimanfaatkan /digunakan dengan terang terangan tanpa 
sembunyi didalam Lapas Wanita Tanggerang.Jadi pantas saja sebutan 
“Jendral” untuk Meirika Franola. 

Berkawan Akrab Dengan Artalita-Ayin.

Sang “Jendral” atau Meirika Franola,berkawan akrab dengan Artalita atau
 Ayin,jika ingat jaksa Urip tahulah kita siapa wanita kawan akrab Ola 
ini.Dalam suatu kesempatan Ola mengatakan pada Nara Sumber yang tak 
ingin namanya disebut kepada indonesiagituloh.com “Grasi saya (Ola) 
diurus oleh Artalita-Ayin”.Hal yang tak masuk dalam akal sehat kita 
bagaimana Artalita atau Ayin dapat mengurusnya sementara dia sendiri 
dalam lapas,yang dapat menjawab pasti tentulah Ayin,namun hak kita untuk
 menduga jaringan Ayin bekerja untuk Ola dalam memuluskan Grasi.Tanpa 
kita berburuk sangka sesuatu tak pernah “Gratis”,tentu hasil Ola menjadi
 Bandar Narkoba dalam lapas tak cukup untuk semuanya.Ola tentu membangun
 jaringan Narkoba diluar,atas pengendaliannya dari Lapas berkat 
fasilitas yang dimiliki.Ingat sang “jendral” dengan bebas menggunakan HP
 dan memiliki BB,sangat mudah dan masuk akal sehat.Terkait pernyataan 
Ola bahwa Grasinya diurus Artalita sukses,Meirike Franola melalui 
Keppres Nomor 35 tahun 2011, Ola mendapatkan pengampunan dari semula 
hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup. 

Denny Indrayana : “Susu” Grasi dibalas “Tuba”Narkoba.

Mohon ijin meminjam istilah Wamenkumham Denny Indrayana,ternyata “susu”
 Grasi yang diberikan presiden pada Meirike Franola-Ola dibalas “tuba”. 

Pada hari Kamis 4 Oktober 2012 Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus
 NA (40) seorang kurir narkoba yang kedapatan membawa sabu seberat 775 
gram di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.Dari 
penangkapan itu terungkap, NA menyelundupkan barang haram atas suruhan 
seorang terpidana kasus narkoba bernama Meirika Franola (Ola) yang baru 
saja mendapat grasi dari Presiden RI. 

Berdasar pengakuan NA 
direkrut oleh pacarnya yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan 
(Lapas) Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara. Selanjutnya, pacarnya 
tersebut mengenalkan NA kepada Franola yang mendekam di Lapas Wanita 
Tangerang. 

Semua mungkin tahu persis bagaimana sang Wamenkumham
 begitu getol masuk keluar lapas dan rutan mengejar para bandar 
narkoba,bahkan tak jarang bersitegang dengan sipir penjara,ingat kisah 
“penamparan” sipir penjara yang sempat menghebohkan namun tak 
tuntas.Kepres Nomor 35 tahun 2011 diberikan tanggal 26 September 2011 
adalah putusan Grasi bagi olah walaupun Mahkamah Agung menolak 
peninjauan kembali kasusnya pada 27 Februari 2003.Dari paparan diatas 
sangat keliru jika Denny Indrayana mengatakan “Susu” Grasi,jika 
mengetahui Meirike Franola-Ola sudah lama menjadi Bandar Narkoba walau 
didalam lapas.Panggilan “Jendral” untuk Meirike Franola mengapa tak 
terdeteksi oleh sang Wamenkumham,dan secepatnya menindak petugas lapas 
wanita Tanggerang.Berdasar paparan diatas maka Grasi tak dapat disebut 
“susu”,sebab sebuah kelalaian,karena yang terjadi adalah “tuba” sejak 
awal sebagaimana alasan MA. 

Mafia Narkoba Dalam istana 

Pernyataan Ketua MK, Mafud MD bukan tak beralasan jika kita 
memperhatikan secara cermat,siapa Meirike Franola-Ola selama di Lapas 
Wanita Tanggerang.Perpindahan Artalita-Ayin dari Rutan Pondok Bambu ke 
Lapas Wanita Tanggerang disebabkan ditemukan Sel Mewah di Rutan Pondok 
Bambu.Sebagaimana tersebut diatas bahwa pengakuan Meirike Franola 
Artalita yang mengurus Grasi Ola,yang harus di telusuri siapa jaringan 
Artalita- Ayin yang dapat meyakinkan presiden yang selama ini kita 
ketahui sangat teliti seperti kata Mafud MD.Keputusan telah 
diambil,presiden telah menyatakan semuanya adalah tanggung 
jawabnya,namun perlu kita juga sikapi siapa yang memberikan masukan pada
 presiden bahwa Ola adalah kurir.Fakta Ola masih menjalankan transaksi 
Narkoba dalam Lapas Wanita Tanggerang,sebelum NA tertangkap 4 Oktober 
2012,jauh sebelum Artalita disidak Denny Indrayana Cs atas fasilitas sel
 mewah pada tanggal 10 Januari 2010 di Rutan Pondok Bambu dan 
dipindahkan ke Lapas Wanita Tanggerang.Mafud MD tentu memiliki dasar 
kuat mengatakan Mafia Narkoba masuk lingkungan istana, sikap resisten 
Istana atas pernyatan adanya dugaan mafia narkoba di lingkungan Istana, 
terkait grasi untuk terpidana narkoba Meirika Franola (Ola) tak perlu 
berlebihan.Fakta sang “jendral” ada juga di Lapas Wanita Tanggerang dan 
telah menjalankan praktek jaringan Narkoba,berdasar fasilitas yang 
dinikmatinya (HP dan BB) jauh sebelum Grasi Presiden untuknya.Jika 
Artalita sukses mengurus Grasi,siapakah jaringan Artalita-Ayin ?. 
Artalita bebas tertanggal 28 Januari 2011,dan Grasi untuk Franola 26 
September 2011,namun Artalita dan Franola kemungkinan 
telah“berupaya”sejak masih dalam Lapas Wanita Tanggerang.Pengurusan 
Grasinya mungkin lebih intensif selang Januari- September 2011 dan 
SUKSES. 



Sang Ksatria tersandera oleh mafia narkoba by @benny_israel

Kenapa sebagian besar aktivis2 yg mengaku anti korupsi takut untuk   
mengkritik SBY dan menkumham terkait mafia grasi narkoba thd ola?

Selama ini publik tertipu dengan aksi2 sidak2 thd narkoba di lapas yg
   di lakukan denny indrayana, Sidak2 di lapas tersebut hanya sebuah   
kamuflase untuk menutupi kejahatan yang lebih besar. Dan akhirnya   
kebusukan tersebut terungkap dengan sendirinya ke public. Yang perlu   
diwaspadai adalah, jika kasus ola ini puncak dari sebuah "gunung es"   
mafia lingkar istana. 

Beranikah majalah tempo melakukan investigasi atas   mafia grasi 
narkoba yang menjalar di istana ? Atau karena sebagian saham   tempo 
sudah tergadai ke tangan mafia 9 naga ..... Publik jangan   lupa,salah 
satu ajudan andi arif yg bernama wisnu, tertangkap   menggunakan 
narkoba.

Sang ksatria tersandera oleh mafia narkoba yang 
dilakukan lingkar satu   istana,termasuk lingkar 1/2 istana komisaris 
yastra capital #B24EBY,   Semua lingkar istana sudah mulai mengalihkan 
isu mafia narkoba di   istana, dengan statement2 liar mereka. Dan 
Serangan membabi buta membela   mafia narkoba di istana di motori oleh 
jaringan oknum mafia asal   lampung.

baca juga :
9 Naga Genk Dengan Jendral ::Mafia Indonesia:: ==> 
http://mafiaindonesia.blogspot.com/2008/10/9-naga-genk-dengan-jendral-mafia.htmlPBNU
 Dorong BNN Tes Urine Staf Istana ==> 
http://nasional.kompas.com/read/2012/11/12/23310278/NU.Dorong.BNN.Tes.Urine.Staf.Istana
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke