http://www.mediaindonesia.com/read/2012/11/13/362738/126/101/Bukittinggi-Larang-Warganya-Jadi-TKI

Bukittinggi Larang Warganya Jadi TKI 
Selasa, 13 November 2012 23:23 WIB     

JAKARTA--MICOM: Pemerintah Kota Bukittinggi tak mengizinkan warga kota tersebut 
menjadi TKI ke luar negeri demi menjaga keselamatan warganya. 

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Bukittinggi Salman, Selasa (13/11), 
menyebutkan, pihaknya tak mengizinkan warganya menjadi TKI karena banyak 
didapatkan tindak kekerasan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri. 

"Salah satu alasan kami tak memberi izin warga menjadi TKI itu karena banyak 
terjadinya penipuan yang berkedok PJTKI," kata dia. 

Salah satu contoh, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) tidak bisa 
memberi kejelasan besaran gaji, di mana perusahan tempat bekerja dan perjanjian 
kontrak yang tidak jelas, kata dia. 

Menurut dia, pihaknya tidak memberi izin warga menjadi TKI ketika meminta izin 
pada Sosnaker sewaktu meminta rekomendasi untuk pembuatan paspor. 

Ia mengatakan, sekitar dua tahun yang lalu pihaknya pernah membatalkan seorang 
pencari kerja untuk menjadi TKI ke luar negeri karena tidak jelas berapa gaji 
dan di perusahaan tempat bekerja. 

Padahal, kata dia, pencari kerja itu telah mendapat izin dari orangtua serta 
lurah untuk menjadi TKI. 

"Karena tidak jelas perusahaan, kontrak dan gaji per bulan dari PJTKI yang akan 
memberangkatkan warga kita itu, maka kami tidak mengizinkan," katanya. 

Sejauh ini Dinas Sosial dan Tenaga Kerja belum pernah menemukan adanya warga 
Kota Bukittinggi menjadi TKI ke luar negeri. 

Untuk mencegah warga menjadi TKI, Sosnaker setiap tahun membuka pelatihan 
keterampilan bagi pencari kerja yang belum memiliki pekerjaan tetap. 

Dengan adanya pelatihan kerja tersebut, menurut dia, para pencari kerja dapat 
membuka lapangan usaha sendiri ketimbang menjadi TKI. (Ant/Ol-3

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke