http://www.shnews.co/detile-10975-tembok-seskoal-roboh-enam-rumah-tertimpa.html
Tembok Seskoal Roboh, Enam Rumah Tertimpa Toar S Purukan | Senin, 19 November 2012 - 14:22:17 WIB : 43 (SH/Toar S Purukan) Pagar Seskoal berdiri tepat di depan rumah-rumah warga. JAKARTA - Tembok pembatas antara Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dengan permukiman warga roboh. Peristiwa itu terjadi saat hujan deras melanda daerah tersebut, Minggu (18/11) siang. Sedikitnya enam rumah di Jalan HKSN RT 001/06 Cipulir, Kebayoran Lama tertimpa dan rusak. Dalam peristiwa itu, tidak hanya rumah penduduk yang rusak akibat tertimpa tembok. Tiga sepeda motor yang diparkir tepat di depan rumah warga ikut tertimpa dan rusak. Berdasarkan pengamatan SH di lokasi kejadian, pagar Seskoal yang berdiri tepat di depan rumah-rumah warga, tingginya sekitar 5 meter dan panjang tembok yang roboh sekitar 15 meter. Ketua RT 01, Bambang yang juga rumahnya ikut tertimpa tembok Seskoal, saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan bahwa tembok Seskoal roboh sekitar pukul 11.00 WIB. Ia juga membenarkan ada enam rumah yang bagian depannya jebol karena tertimpa tembok tersebut. "Saat tembok roboh, kebetulan semua rumah sedang ada penghuninya. Tidak ada korban jiwa saat kejadian, namun ada warga yang luka akibat terkena batu kecil yang mengakibatkan kepala benjol," katanya. Selain menimpa rumah, Bambang menambahkan, tembok tersebut menimpa tiga sepeda motor yang sedang diparkir tepat di depan rumah. "Satu motor matik Yamaha dan dua motor bebek Honda," ujarnya. Kemungkinan besar tembok roboh karena air di balik tembok tersebut tidak mengalir sehingga menggenang. Menurut warga lainnya, tembok tersebut roboh akibat beban berat. Ini karena tembok yang berbatasan dengan permukiman penduduk itu digunakan sebagai tempat senderan ban-ban besar oleh pihak Seskoal. "Di balik tembok, sepertinya jadi senderan ban-ban truk karena saat tembok roboh menimpa rumah, banyak ban yang jatuh," tuturnya. Siti, warga Jalan HKSN RT 001/06 lainnya mengatakan, tembok yang roboh hampir menimpa seorang ibu bersama anaknya yang baru berumur lima bulan. "Untungnya, tidak ada yang terluka, namun ibu bayi tersebut kepalanya terkena batu sehingga benjol," ujarnya. Dia menyebutkan, usia tembok pemisah antara Seskoal dengan permukiman warga sudah puluhan tahun, namun baru kali ini roboh. Tembok itu sebagian sudah rapuh dan selama ini kurang pemeliharaan. Warga yang rumahnya berbatasan dengan tembok mengharapkan pihak Seskoal membangun tembok secara permanen sehingga tidak mudah roboh untuk menghindari kejadian serupa. Sumber : Sinar Harapan [Non-text portions of this message have been removed]
