http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-nasional/75-nasional-reviews/27846-soal-dana-ri-tunda-beli-apache.html
Soal Dana, RI Tunda Beli Apache

Friday, 02 November 2012 11:51 

     

Senat AS Sudah Setuju Jual

JAKARTA–Rencana pemerintah membeli helikopter serbu Apache untuk TNI AD bakal 
kembalai tertunda. Penyebabnya adalah anggaran. Namun, pesawat bekas yang 
tergolong mahal ini sudah mendapat lampu hijau dari Senat Amerika Serikat (AS) 
untuk dijual. “TNI AD sebagai pihak pengguna mengakui harga Apache meski second 
tetap mahal.

Karenanya jika Apache itu dibeli dengan menggunakan anggaran reguler TNI AD di 
APBN, dikhawatirkan akan mengganggu program yang sudah ada. Karenanya mereka 
meminta alokasi anggarannya lewat on top. Karena anggarannya belum terlihat 
jelas, jadi diputuskan ditunda saja,” ujar Komisi I DPR Hayono Isman di Gedung 
DPR, Senayan, kemarin (1/11).

Politisi Demokrat ini mengakui, Komisi I DPR RI juga sudah menyetujui adanya 
permintaan penundaan pembelian Apache dari AS tersebut mengingat yang 
berkepentingan dalam hal ini user-nya sendiri (TNI AD). “Dalam masa persidangan 
kemarin, hal ini sudah dibicarakan di Komisi I. Kemungkinan pembicaraan 
pembelian Apache akan kembali dibuka paling cepat untuk pengadaan di 2014,” 
paparnya.

Hayono mengatakan, ihwal penundaan pembelian Apache ini, karena pihak TNI AD 
meminta agar anggaran pengadaan heli serbu itu di luar anggaran reguler pada 
pagu anggaran di APBN 2013. Padahal, senat AS melalui Senator AS Richard G 
Lugar saat kunjungan ke Komisi I DPR Rabu (31/10) telah memberi dukungan bagi 
rencana pemerintah Indonesia membeli heli serbu Apache tersebut “Dari kunjungan 
kemarin itu terungkap, sudah ada congressional notice kepada pemerintah AS yang 
berisi pemberitahuan tidak ada penolakan terhadap penjualan heli Apache ke 
Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu jauh sebelumnya, politisi PDIP yang juga wakil ketua Komisi I 
Tubagus Hasanuddin mempertanyakan rencana pemerintah membeli heli serang 
Apache. Menurut mayor jenderal purnawirawan itu, dari awal rencana pembelian 
itu tak ada dalam APBN 2012 atau pun Rancangan APBN 2013.

“Rencana pemerintah Indonesia untuk membeli pesawat heli serang Apache 
benar-benar mengejutkan,” kata Hasanuddin. Tahun ini, kata Hasanuddin, memang 
berencana untuk membeli 8 heli serang seharga USD 90 juta dan 16 heli serbu 
senilai USD 170 juta. “Kedua jenis pesawat itu akan dibeli dari PT Dirgantara 
Indonesia dan sudah dilakukan kontrak,” kata Hasanuddin.

Artinya, jika pemerintah kemudian memutuskan membeli heli Apache tanpa senjata 
seharga USD 40 juta, untuk mempersenjatainya lagi membutuhkan USD 20 juta per 
unit. Total, menurut Hasanuddin, dibutuhkan USD 600 juta untuk 10 unit. Seperti 
diketahui, AS berencana menjual sejumlah heli Apache ke RI.

Rencana penjualan itu dikemukakan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, 
kepada Menlu RI Marty Natalegawa saat bertemu di Washington DC pada 20 
September silam. Apache yang ditawarkan AS ini adalah seri AH-64D Longbow. 
Jenis yang diproduksi Boeing ini merupakan helikopter andalan Angkatan Darat AS 
untuk operasi tempur terbatas. Tipe ini menggantikan helikopter AH-1 Cobra. 
Angkatan Darat AS sendiri sudah menggunakan Apache sejak Maret 1997.

Dibanding seri pendahulunya, AH-64D Longbow ini memiliki sejumlah kelebihan 
dalam konektivitas digital, sensor, sistem persenjataan, peralatan pelatihan, 
dan sistem dukungan pemeliharaan. Dibanding dari seri pendahulunya, AH-64D 
Longbow ini memiliki sejumlah kelebihan dalam konektivitas digital, sensor, 
sistem persenjataan, peralatan pelatihan, dan sistem dukungan pemeliharaan.

Helikopter yang dikendalikan dua awak ini juga dilengkapi teknologi presisi 
yang lebih baik dari seri awal. Pengembangan mesin dan navigasinya membuat 
helikopter tempur ini bisa terbang lebih lama dan lincah bermanuver. (dms)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke