http://www.antaranews.com/berita/345224/menkop-tantang-sarjana-baru-jadi-wirausaha

Menkop tantang sarjana baru jadi wirausaha 
Minggu, 25 November 2012 16:27 WIB | 1516 Views

 
Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan (FOTO ANTARA)

  Generasi muda harus berani mengambil tanggung jawab dengan menciptakan 
lapangan pekerjaan dan Kementerian Koperasi dan UKM siap memfasilitasi bantuan 
modal usaha. 
Palembang (ANTARA News) - Menteri Koperasi dan UKM RI, Syarief Hasan menantang 
sarjana baru merubah paradigma menjadi wirausaha bukan mencari pekerjaan.

Generasi muda harus berani mengambil tanggung jawab dengan menciptakan lapangan 
pekerjaan dan Kementerian Koperasi dan UKM siap memfasilitasi bantuan modal 
usaha, katanya ketika menyampaikan orasi ilmiah pada wisuda kelima Universitas 
Indo Global Mandiri Palembang, Minggu.

Menurut dia, kredit usaha rakyat (KUR) dan bantuan dana bergulir untuk 
wirausaha kini telah berjalan efektif.

Mahasiswa dan sarjana-sarjana baru dapat memanfaatkan program tersebut untuk 
mendapatkan pinjaman modal.

Ia mengatakan, khusus untuk program KUR sampai kini telah digulirkan dana 
sebesar Rp90 triliun sejak tahun 2007.

Besarnya serapan pinjaman modal tersebut membuktikan kalau kegiatan usaha di 
negeri ini semakin berkembang.

Sementara, Syarief menambahkan, angkatan kerja Indonesia mencapai 120 juta 
orang dan sampai kini 1,56 persen diantaranya merupakan pelaku wirausaha.

Hal itu, berbanding jauh dengan sebelumnya yang hanya 0,18 persen dan tahun 
2013 pemerintah menargetkan jumlah wirausaha menjadi 2 persen dari total 
angkatan kerja.

Dia menjelaskan, enterpreuneurship menjadi program yang terus didorong 
pemerintah untuk memperluas lapangan pekerjaan.

Pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan dalam membantu permodalan 
wirausaha.
(M019) 

Editor: Ella Syafputri

+++++

http://www.antaranews.com/berita/344654/wamendag-indonesia-siap-sambut-aec-2015



Wamendag: Indonesia siap sambut AEC 2015
Rabu, 21 November 2012 20:46 WIB | 630 Views


 
 
Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi (FOTO ANTARA)


Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan 
bahwa Indonesia siap menyambut implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, 
meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum itu.

"Proses persiapan masih terus berjalan, dan dalam kaitannya dengan AEC, 
persiapan kita sudah 75 persen dan saya yakin kita mampu untuk menjalankan 
AEC," kata Bayu seusai jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Bayu mengatakan bahwa dua tahun menjelang pelaksanaan AEC, dia yakin semua 
persiapan terkait poin-poin penting segera terselesaikan.

"Dalam dua tahun akan dipersiapkan poin-poin kunci seperti standarisasi, 
ketentuan untuk jasa, dan lain-lain," tambah Bayu.

Bayu menjelaskan, selain itudengan diberlakukannya AEC juga membuka kesempatan 
bagi dunia usaha Indonesia untuk berkarya di negera-negara ASEAN.

"Indonesia harus lebih sering untuk keluar, dan AEC merupakan kesempatan yang 
baik untuk melakukan hal itu. Selain itu, produk dari Indonesia juga bisa 
dibawa ke negara lain," ujar Bayu.

Untuk saat ini, lanjut Bayu, arus investasi antara negara-negara ASEAN berada 
dalam kondisi yang cukup baik dan menjanjikan bagi namun untuk ketenagakerjaan 
masih dibicarakan namun juga mengarah ke arah yang baik.

Didirikan pada tahun 1967, ASEAN beranggotakan Indonesia, Brunei Darussalam, 
Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Pada KTT Asean ke-21, Indonesia ditunjuk sebagai pemimpin juru runding Regional 
Comprehensif Economic Partnership (RCEP) untuk mewakili Asean yang melakukan 
negosiasi integrasi perekonomian Asean dengan perekonomian Asia Timur dengan 
total nilai perekonomian sebesar 10 triliun dolar AS - 15 triliun dolar dengan 
penduduk sekitar 3,5 miliar-4 miliar jiwa.

RCEP sejalan dengan persiapan terbentuknya AEC yang sudah diputuskan mulai 
diberlakukan pada 31 Desember 2015.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke