http://www.indopos.co.id/index.php/arsip-berita-internasional/39-sabangmerauke/28069-doa-untuk-palestina.html


Doa untuk Palestina

Thursday, 22 November 2012 08:08 




Follow
     


KUDUS– Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Cahaya Nur menggelar doa bersama 
sebagai bentuk keprihatinan atas serangan Israel terhadap Jalur Gaza Palestina, 
yang memakan banyak korban. Aksi ini dilakukan 10 menit sebelum pukul 08.00 
saat pelajaran pertama dimulai kemarin (21/11).

Kepala sekolah SD Cahya Nur, Sri Lestari Yohanita mengatakan, doa yang 
dipanjatkan tersebut dilakukan siswa dari kelas I hingga VI dengan total 
sekitar 404 siswa. ”Palaksanaan doa ini bertujuan agar warga Palestina diberi 
keselamatan, terutama anak-anak. Diharapkan aksi serangan di jalur Gaza segera 
dihentikan,” jelasnya usai memimpin doa yang dilakukan di halaman sekolah.

Menurutnya, dengan doa yang dilakukan, siswa diharapkan dapat berempati 
terhadap perang yang memang menewaskan banyak orang. Serta siswa juga bisa 
menambah kesetiakawanan dan toleransi kepada sesama. ”Karena jalinan doa ini 
bisa memberikan kepekaan terhadap sesama,” ujarnya.

Terlebih lagi, banyak dampak yang ditimbulkan dari peperangan tersebut pada 
anak-anak sekolah. Karena diakui atau tidak, proses belajar mengajar untuk 
anak-anak tidak terlaksana. Sehingga, banyak yang tidak bersekolah dan memilih 
untuk berlindung. ”Untuk itu, karena kami hanya bisa membantu dengan doa. Maka 
saat ini kami memanjatkan doa,” katanya.

Lestari menegaskan, dalam doa tersebut pihaknya juga mengajak semua siswa untuk 
berdoa supaya perang di Jalur Gaza segera berakhir. Ini mengacu pada dampak 
yang dipastikan akan dapat memberikan dampak buruk bagi umat manusia. Apalagi 
generasi penerus bangsa yang harusnya menuntut ilmu tidak bisa dijalani.

”Kalau dibiarkan, pastinya akan semakin buruk. Sehingga, kami berharap 
peperangan segera dihentikan,” tandasnya.

Sementara itu Kevin, siswa kelas V mengaku sedih dengan peperangan di Jalur 
Gaza. Apalagi memang sangat sulit untuk berlindung dari serangan yang 
bertubi-tubi. Sehingga diharapkan peperangan tersebut secepatnya era usai. ”Ya, 
kami berharap peperangan segera usai. Kasihan anak-anak yang ada di sana,” 
imbuhnya. (pri/oko/jpnn)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke