Ref:  Siapa percaya pada dongeng Abunawas?

http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-prihatin-konflik-komunal-meningkat/27435

Presiden Prihatin Konflik Komunal Meningkat
Selasa, 27 November 2012 | 16:06

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [Google] [JAKARTA] Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) prihatin dengan intensitas terjadinya konflik horizontal dan 
komunal di sejumlah daerah akhir-akhir ini, dan meminta agar penanganan serta 
pencegahan konflik bisa dilakukan dengan baik, cepat dan tepat.

"Masih sering terjadi konflik horizontal dan komunal. Ini tidak bisa dianggap 
remeh," kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden 
Jakarta, Selasa (27/11).

Kepala Negara mengatakan bila masalah ini tidak bisa ditangani dengan baik akan 
menimbulkan dampak yang merugikan secara nasional baik di bidang ekonomi, 
sosial kemasyarakatan dan juga bidang kehidupan lainnya.

Terkait dengan hal tersebut Kepala Negara menyatakan akan menyampaikan 
instruksi langsung kepada kepala daerah, pimpinan kepolisian daerah dan 
pimpinan komando teritorial mengenai hal tersebut dalam sebuah acara yang akan 
berlangsung Kamis (29/11).

"Saya akan memberikan instruksi langsung pada para gubernur, bupati, wali kota, 
jajaran kepolisian dan komando teritorial. Instruksi saya menyangkut upaya 
pencegahan dan penanganan konflik komunal dan kekerasan horizontal yang harus 
direspon cepat," tegasnya.

Hal lain yang juga masih terkait dengan potensi konflik lahan yang dapat 
berujung pada konflik komunal atau horizontal.

"Sengketa pertanahan, beberapa kasus disertai kekerasan, ini harus kita 
hentikan. Sering terjadi di area perkebunan, kita mencari solusi terbaik, baik 
masyarakat, usah perkebunan dan baik bagi ekonomi kita semua harus 'win-win 
solution' berdasarkan hukum yang berlaku dan kebijakan yang ada," tegas Kepala 
Negara.

Presiden juga merasa prihatin dan meminta penanganan serius terkait masalah 
perburuhan yang akhir-akhir ini marak terkait aksi demonstrasi menuntut 
kenaikan upah.

"Permasalahan tenaga kerja. Saya sudah sampaikan sejumlah arahan dan instruksi 
pada menteri terkait, jam empat nanti akan rapat bahas khusus ini, harus kita 
carikan solusinya, baik bagi buruh, dunia usaha dan baik bagi perekonomian 
nasional," ujarnya, menegaskan.

Kepala Negara mengatakan tiga masalah yang menjadi perhatian tersebut 
penanganannya harus melibatkan semua pihak dan terpadu, sehingga segera tuntas 
dan tidak mengakibatkan timbulnya masalah lain.

"Kita sungguh berharap tiga isu tadi ditangani secara sungguh-sungguh, karena 
kita sepakat tujuan membangun meningkatkan kesejahteraan rakyat itu tujuannya, 
untuk capai itu,ekonomi mesti tumbuh, lapangan pekerjaan mesti tercetak dan 
kemiskinan harus terus diturunkan. Di kala dunia alami resesi seperti ini, 
dalah satu andalan adalah investasi dan konsumsi dalam negeri," tukasnya.

Ditambahkan Presiden,"memang Indonesia tahun terakhir ini dinilai menjadi 
tujuan investasi berperingkat dunia. tapi itu tak akan terwujud manakala iklim 
tidak baik. Manakala tidak ada kepastian hukum, tidak ada kepastian regulasi 
dan kebijakan akan menjadi masalah. Maka ketika Mahkamah Konstitusi memutuskan 
bubarkan BP Migas dalam hitungan jam response cepat agar tidak terjadi masalah 
baru yang guncang iklim investasi." [Ant/L-8]  


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke