Ref: Membandingkan lembu ini dan manusia dibawah telapak sepatu rezim berkuasa, 
 lebih hebat sang lembu karena berani melawan penguasa satpol, tetapi manusia 
tidak  melawan malah sembah sejut sambil mengatakan monggo-monggo dan 
plis-plisan. hehehe

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/11/29/90637/lembu_mengamuk_kejar_puluhan_petugas_satpol_pp_wh/#.ULa3DIaaHBo


      Lembu Mengamuk, Kejar Puluhan Petugas Satpol PP/WH 

      (Analisa/barlian erliadi). Seekor lembu milik warga terperangkap kedalam 
jaring Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Kota 
Banda Aceh yang melakukan penertiban hewan ternak di Jalan Syiah Kuala, Rabu 
(28/11).
      Banda Aceh, (Analisa). Seekor lembu mengamuk dan mengejar aparat Satuan 
Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) saat melakukan 
penertiban hewan ternak yang berkeliaran di jalan umum, Rabu (28/11) sore. 
Akibatnya, puluhan aparat penegak qanun (perda) itu, lari pontang-panting untuk 
menghindari tandukan lembu.
      Penertiban hewan ternak dilakukan di seputran Jalan Syiah Kuala Banda 
Aceh, dengan menggunakan perangkap jaring besar. Dari enam ekor lembu milik 
warga yang berkeliaran, hanya satu ekor yang terperangkap.

      Hewan ternak tersebut sempat terjatuh saat terperangkap ke dalam jaring. 
Namun jaring perangkapnya robek dan terlepas, kemudian lembu itu bangkit 
kembali dan langsung mengejar puluhan aparat yang berkerumun di dekatnya. 

      Seorang warga yang menyaksikan amukan hewan ternak tersebut, Amril (29) 
mengaku juga ikut lari karena jaring besar yang masih terjerat di badan hewan 
sudah robek. Untung peristiwa itu tidak memakan korban jiwa, namun warga yang 
melitas sempat terhenti dan ketakutan saat melihat aparat lari di kejar 
lembu."Saya juga ikut lari, karena bisa saja tali perangkapnya putus dan 
mengejar warga, itu sangat berbahaya," ujar Amril.

      Komandan Operasi Satpol PP/WH Banda Aceh, Zulkifli BA mengatakan, 
penertiban dilakukan untuk menegakkan Qanun Nomor 13 Tahun 2005, dengan 
menangkap hewan ternak yang berkeliaran di jalan karena dianggap mengganggu 
kepentingan umum.

      "Kami sebelumnya sudah diberikan penyuluhan, bahkan setiap hari warga 
diingatkan untuk tidak membiarkan hewan ternaknya berkeliaran di jalan. Operasi 
ini rutin dilaksanakan demi kepentingan umum,"katanya

      Hewan ternak yang berkeliaran akan ditangkap dan diamankan di kantor 
Satpol PP/WH. Kepada pemilik diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku 
dan hewan ternak yang ditangkap akan diberikan pakan yang nanti dibebankan 
kepada pemilik.

      Biasanya pemilik akan datang langsung ke kantor Satpol PP/WH saat melihat 
hewan peliharannya hilang. Namun, masih ada toleransi ketika penangkapan hewan 
dilakukan, karena pemilik diberikan tenggang waktu satu hari untuk mengambil.

      Diungkapkan, pemilik hewan ternak dibebankan biaya pakan selama diamankan 
di kantor Satpol PP/WH sebesar Rp100.000 per hari. Hal itu, untuk memberikan 
efek jera terhadap pemilik agar tidak membiarkan ternaknya berkeliaran lagi.

      Warga diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak membiarkan ternaknya 
berkeliaran di jalan umum, karena semua masyarakat memiliki kepentingan. 
"Memang berternak adalah untuk mencari rejeki, tapi ada aturan mainnya," tandas 
Zulkifli. (bei) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke