http://lampost.co/berita/rintangan-tambah-kebocoran-naik


Rintangan Tambah, Kebocoran Naik!
2012-12-03 23:16:00

H. Bambang Eka Wijaya

KAKEK main golf pairing dengan cucunya. Di tee ground kakek bernostalgia, 
"Dulu, di hole par 5 ini kakek selalu birdie min satu, saat mujur pukulan 
ketiga bisa langsung masuk hole, hasilnya eagle—min dua!"

"Sekeras apa pun pukulan kakek, dengan fairway ini berbelok tiga kali dipagari 
pepohonan tinggi, bisa on di green pada pukulan empat saja sudah hebat!" bantah 
cucu. "Apalagi dengan rintangan danau pada pukulan kedua dan bunker panjang 
pada pukulan berikutnya!"

"Lima belas tahun lalu pohon-pohon di pinggir fairway itu masih kecil, belum 
setinggi sekarang! Bola bisa memintas di atasnya, jadi lebih dekat ke green!" 
tegas kakek. "Sekarang pohonnya sudah tinggi, tak bisa lagi pukulan melintasi 
atasnya! Dengan pukulan sesuai alur fairway, rintangan danau dan bunker panjang 
jadi efektif! Akibatnya, untuk par saja kakek sukar, sering bogie—plus satu, 
atau malah double bogie—plus dua!"

"Kalau begitu seperti korupsi! Tambah rintangan membuat harus menambah 
'pukulan', akibatnya tingkat korupsi naik!" tukas cucu. "Pada era 1980-an 
menurut Prof. Soemitro Djojohadikusumo, kebocoran anggaran belanja negara 30%, 
lalu era 1990-an Bank Dunia menyebut kebocoran 30%, di era 2000-an ditambah 
rintangan—polisi bisa menindak korupsi dan kehadiran KPK, kata Tumpak 
Hatorangan Panggabean dari KPK kebocoran anggaran malah naik jadi 35%!"

"Masalahnya seperti di lapangan golf, yang dulu belum menyulitkan sekarang jadi 
rintangan nyata, harus diatasi hingga menambah jumlah pukulan!" timpal kakek. 
"Teman kakek seorang kontraktor mengeluh, bukan cuma rintangan formal yang 
sekarang makin ketat, yang dulu bukan masalah pun sekarang tak bisa dielakkan! 
Contohnya, jika dahulu orang kalah tender biasa, sekarang harus diberi uang 
mundur oleh pemenang tender! Kalau tidak, bisa menyampaikan sanggahan ke 
mana-mana dengan alasan dicari-cari—tendernya tidak fair! Akibatnya bukan saja 
keuntungan menipis, malah menambah pukulan sampai triple bogie—plus tiga 
pukulan! Kebocoran naik jadi 35%!"

"Di lapangan golf, rintangan bisa diatasi dengan skill (kemampuan teknis) dan 
kematangan mental olahragawan!" tegas cucu. "Tapi terkait korupsi, bagaimana 
cara mengatasi rintangan-rintangan struktural dan nonstruktural itu?"

"Manusia dan dunianya itu seperti ikan di kolam!" jawab kakek. "Jika air kolam 
terkontaminasi zat-zat nonorganik, ikan-ikan tak bisa mengelak harus bernapas 
dalam air tercemar itu! Manusia juga begitu, ketika hidup dalam masyarakat 
negara-bangsa yang korup! Tak ada cara lain, seperti ikan yang airnya harus 
dibersihkan dari cemaran, masyarakat negara bangsa juga harus dibersihkan dari 
korupsi! Tanpa itu, ditambah rintangan cuma akan menambah pukulan yang harus 
dilakukan, kebocoran anggaran negara juga ikut naik!"

n Buras ini pernah dimuat Lampung Post, 7 Desember 2009.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke