LEMBAGA ASING DIBALIK VERIFIKASI PARTAI. (Bagian dari Persiapan Rekayasa Pemilu 
Curang?) Oleh : M.Hatta Taliwang

Dlmbuku yg kami tulis dg judul PERUBAHAN LEWAT PEMILU ATAU REVOLUSI, 
trdapat indikator bahwa Pemilu/Pilpres 2009 ada faktor pengaruh asing :

1. Bantuan asing (Bank Dunia) yg direalisasi pd saat jelang Pemilu / Pilpres 
seperti dana raskin,BLT,PNPM dll

2.TIM SBY yg belajar dari AS

3.Konspirasi dan Bandit Politik dlm Pemenangan Pilpres 2009 (Selengkapnya bisa 
dibaca dlm buku tsb).

Sekarang ternyata faktor asing diduga lbh awal mengintervensi tahapan 
PEMILU yaitu sejak saat Verifikasi Partai. Seorang teman tokoh partai 
menulis lk sbb:

"Sidang DKPP, pada siang hari Selasa 13 Nov 12,
 telah mengungkapkan banyak hal yang selama ini dianggap hanya rumor. 
Ternyata dikonfirmasi oleh para pihak yang terlibat dalam proses 
verifikasi parpol. Semua informasi itu hanya memperkuat persepsi publik 
selama ini bhw KPU hanya menjalankan sebuah skenario untuk mematikan 
proses demokrasi, mempersiapkan suatu kondisi agar negara di'ambil' oleh
 suatu kelompok yang ingin megkapitalisasi kekuasaan tanpa perlu 
mendapat dukungan rakyat dalam suatu Pemilu yang adil, langsung, umum, 
bebas dan rahasia.

Pihak KPU telah mengatakan bahwa mereka 
tidak dibantu oleh pihak kesekjenan dalam melakukan verifikasi. 
Kesekjenan melakukan pemboikotan. Kalau telah terjadi seperti itu, 
lantas dengan dasar apa KPU bisa memutuskan nasib partai2 lengkap atau 
tidak administrasinya ? Sementara yang menerima data partai sejak awal, 
yang memberikan raport kekuranglengkapan dokumen adalah kesekjenan dan 
kemudian bersama petugas dari parpol mereka periksa satu persatu dokumen
 tersebut dan kemudian bila lengkap mereka berikan tanda terima.

Sbagai contoh salah satu partai, selama lima hari petugas KPU memeriksa
 24 boks kontainer data yang diajukan untuk melengkapi kekurangan 
tersebut dan setelah selesai diberikan tanda terima yang menyatakan 
kekurangan tersebut telah dipenuhi.

Kalau pihak verifikator 
tersebut tidak disertakan dalam proses penilaian oleh KPU maka siapa 
yang melakukannya ? Kenapa tidak dilibatkan, lantas kenapa parpol yang 
memiliki data tidak disertakan ketika dilakukan pemeriksaan di hotel itu
 ? Dari mana KPU tahu bahwa yang diperiksa itulah yang diserahkan ? 
Kenapa verifikator itu tdk dilibatkan, tentunya adalah pertanyaan kita 
semua.

Karena hasil verifikasi yang dilakukan oleh verifikator 
tidak dipercaya oleh Komisioner KPU pada saat-saat terakhir. Ini sebagai
 alasan yang digunakan KPU untuk menyerahkan data hasil verifikasi 
tersebut diformat ulang oleh sebuah LEMBAGA ASING yang memiliki akses 
khusus melakukan 'tafsir' lengkap dan tidak lengkap atas dokumen parpol 
sesuai dengan selera penjajahan dan penghinaannya. Maka diundurlah 
pengumuman itu menjadi tanggal 28 oktober, yang mestinya sudah selesai 
disiapkan verifikator pada tanggal 23 oktober, untuk memberi kesempatan 
kerja 'tafsir' penghinaan itu disempurnakan. Pengambilaihan yang 
menghinakan, itulah yang membuat terjadinya 'semangat' pemboikotan oleh 
para verifikator produk dalam negeri alias kesekjenan KPU.

Terus KPU bilang bhw keputusan yang dilatarbelakangi oleh pelecehan thd 
harkat dan martabat bangsa itu hanya masalah administrasi. Ya memang 
masalah administrasi, administrasi menyerahkan nasib bangsa ini ke pihak
 asing yang tidak ada satu katapun disebut dalam undang-undang.

Bahwa cara cara ingin berkuasa yang tidak elegan, mengabaikan realitas 
sosial, itu hanyalah menunda kekalahan dan kehancuran diri sendiri. 
Beberapa orang mengatakan bhw itu terjadi karena ada rencana besar , ada
 rencana nanti parpol-parpol ini dan itu dimatikan, ada rencana KPU 
hanya dijadikan alat utk memboikot Pemilu nasional agar terjadi 
kekacauan, supaya orang ini dan itu akan bertahan dalam atau mengambil 
alih kekuasaan.

Mereka berekayasa, Allah juga berekayasa, dan 
Dia-lah sebaik-baiknya Perekayasa untuk membela orang-orang tertindas 
dari kekuasaan yang zhalim ".(Selesai)

baca juga:
Kisah SBY dan Indro Tjahjono: Kecurangan Dalam Dua Pemilihan Umum Presiden ==> 
http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/07/medianusantara-kisah-sby-dan-indro.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke