http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/12/17/mf6axy-muslim-inggris-tolak-debat-teori-evolusi


Muslim Inggris Tolak Debat Teori Evolusi
Selasa, 18 Desember 2012, 03:11 WIB
   
 
Muslim Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah debat tentang teori evolusi bakal digelar 
Institute Deen, London, awal tahun depan. Rencana itu segera memicu 
kontroversi. 

Debat bertajuk Islam and Evolution itu sendiri sedianya digelar Sabtu (15/12) 
kemarin. Namun, karena alasan keamanan, penyelenggaraan debat itu ditunda awal 
tahun Depan. Menurut rencana, acara debat itu akan mengundang Harun Yahya 
(Teolog Turki), Sheikh Yasir Qadhi, (Ulama pendukung teori evolusi), serta Ehab 
Abouheif dan Fatimah Jackson (dua ilmuwan biologi). 

Pendiri Institute Deen, Adam Deen mengatakan debat ini merupakan kesempatan 
bagi dunia Islam untuk memandang masalah itu dengan mengedepankan dua hal 
penting, yakni sains dan agama. "Selama ini, seperti ada gerakan mafia 
intelektual yang tidak mengizinkan kebebasan berpikir," kata dia seperti 
dikutip the independent, Senin (17/12).

Deen, yang menggambarkan dirinya sebagai muslim konservatif, menyatakan tidak 
seharusnya umat Islam menghindari debat seperti ini. Karena, pada dasarnya 
debat ini mendorong pemikiran kritis yang selanjutnya membuka tabir misteri 
awal terciptanya kehidupan. 

Amina Crashaw, mahasiswi muslim, menilai acara debat ini merupakan kesempatan 
baginya untuk memahami apa yang dikatakan dalam Alquran. "Memang bukan fakta 
baru, tapi aku mendapatkan kedalaman baru," kata dia. 

Pendiri Islamic Channel, Mohammad Ali Harrath, menilai perdebatan ini merupakan 
sebuah kesalahan besar karena akan membuat masalah evolusi menjadi isu Muslim 
ketimbang masalah antara kelompok atheis dan kreasionis. Hal senada juga 
diutarakan, Zeshan Sasjid.
Menurut dia, teori evolusi tidak Islami. "Nabi Adam tidak memiliki orang tua. 
Jadi, seharusnya umat Islam tidak perlu percaya dengan teori evolusi," kata dia.

Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Agung Sasongko

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke