REf: NU diberitakan banyak berjasa dalam penyemblihan manusia  pada tahun 
1965/1966, apalagi paham yang dianut membenarkan pemusnahan kafir, maka tentu 
saja tuduhan pelanggaran HAM ditolak.

http://www.suarapembaruan.com/home/isnu-sejarah-g30spki-dijungkirbalikkan/28277

ISNU: Sejarah G30S/PKI Dijungkirbalikkan
Senin, 17 Desember 2012 | 9:06
 Ali Masykur Moesa. [Antara] [SURABAYA] Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul 
Ulama (ISNU) Dr Ali Masykur Moesa menilai sejarah tentang G-30-S/PKI telah 
dijungkirbalikkan dengan laporan pelanggaran HAM dari korban G-30-S/PKI ke 
Komnas HAM.

"Ya, ada upaya menjungkirbalikkan sejarah G-30-S/PKI (dengan laporan ke Komnas 
HAM)," katanya dalam sambutan pada pelantikan dan musyawarah kerja PW ISNU 
Jatim yang dihadiri Mendikbud Mohammad Nuh dan Gubernur Jatim Soekarwo di 
Surabaya, Minggu.

Dalam acara yang juga dihadiri Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Wagub Jatim) dan 
Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah serta pengurus ISNU se-Jatim itu, ia 
menjelaskan NU merupakan organisasi kemasyarakatan terdepan dalam menjaga 
keselamatan NKRI.

Menurut dia, NU juga merupakan ormas yang terdepan dalam menerima Pancasila 
sebagai satu-satunya asas untuk mempertahankan keutuhan NKRI. "Jadi, NU berada 
di garis terdepan dalam mempertahankan negara ini, termasuk dari upaya 
pemberontakan PKI," katanya.

Bahkan, katanya, jasa-jasa NU yang sudah teruji itu selayaknya memposisikan 
kader NU untuk memimpin Indonesia (Pilpres), memimpin Jatim (Pilgub). "Komitmen 
NU terhadap NKRI sudah terbukti, karena itu saatnya NU memimpin Indonesia, 
saatnya NU memimpin Jatim," katanya.

Senada dengan itu, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menegaskan bahwa DPR 
dan pemerintah tak perlu meminta maaf atas laporan pelanggaran HAM itu, karena 
kalau pemberontakan G-30-S/PKI itu tidak dicegah justru akan terjadi kudeta 
oleh PKI.

"Mereka memulai dengan Pemberontakan PKI di Madiun pada 1948, lalu tahun 1965, 
karena itu upaya melawan pemberontakan itu bukan pelanggaran HAM, sebab PKI itu 
bukan korban, tapi justru pelaku," katanya.

Ditanya upaya yang dilakukan PWNU Jatim untuk menyikapi laporan pelanggaran HAM 
itu, ia mengatakan pihaknya sudah menyurati sejumlah fraksi di DPR dan 
pemerintah untuk tidak menerima "pemaksaan" untuk meminta maaf itu.

"Kami juga sudah menyurati Dewan Pers untuk meluruskan sejarah yang ditulis 
media massa terkait laporan pelanggaran HAM itu. Tulisan itu sepihak, karena 
menempatkan PKI sebagai korban, padahal PKI itu sesungguhnya pelaku 
pemberontakan," katanya.

Dalam pelantikan dan raker ISNU Jatim itu, Mendikbud Mohammad Nuh yang juga 
Wakil Ketua Dewan Ahli PP ISNU itu meminta ISNU untuk tidak terjebak politik 
aliran, karena fungsi dari intelektual (sarjana) adalah pencerah, penggerak, 
dan pemungkin.

"Pencerah itu ibarat cahaya dan cahaya paling cerah adalah putih. Putih itu 
kumpulan dari warna-warni. ISNU sebagai pencerah harus menaikkan bendera 
'rahmatan lil alamin' yang sifatnya kasih sayang, pengayom, penghormatan 
harkat, dan sebagainya," katanya.

Dalam pelantikan itu juga dianugerahkan "Santri Award 2012" yang diserahkan 
kepada tiga dari 42 santri yang dianggap sukses yakni Aa' Abdullah Al Kudus 
(santri sukses dalam bidang lingkungan), Suyadi (santri sukses dalam 
enterpreneurship/Presdir PT Perkasa, perusahaan perkapalan), dan Koperasi PP 
Sidogiri (kategori sukses dalam pemberdayaan pesantren). [Ant/L-8]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke