ASAHAN:

PENGHORMATAN UNTUK LI TAI PO

( dobel kwartrijn dalam irama kentut sapi pada dinasti
Markt Rutte & Marx Frederik Samson) 

Secawan anggur dan rembulan
Bergelontoran ratusan sajak-sajak
Begitu indahnya bumi tempatmu berpijak
Berkelana ke seluruh negeri
Tanpa OV-chipkart yang pandai curang
Tidak seperti aku sekarang
Oleh ratusan rekening nota dan kwitansi
Melahirkan sajak-sajak antipati

Bukankah kantor pajak telah ada di jamanmu?
Apakah mereka tidak culas seperti yang kualami?
Apakah Pemerintah tidak tahu apa itu penghematan?
Bila kaki patah lalu kena infreksi
Tentu dipotong dan apakah dengan obat peredam nyeri?
Di tempatku bila negara mengalami rugi
Gaji dipotong karna katanya salah kasi
Aku cuma bisa tulis sajak karna dibolehkan demokrasi

Dan bolehkah aku merasa dengki
Kau di negeri van than dan sui kao
Aku di negeri keju dan sepatu
Memang sama berkelana dan memiliki bulan
Hanya saja bulanku berbentuk tagihan
Surat ancaman kehilangan rumah dan uitkering
Semakin diprotes kwitansi semakin meninggi
Berdiam diri demokrasi hilang percuma.

ASAHAN
(Boleh disebarkan ke seluruh dunia tanpa izin penulis, risiko diusir
ditanggung penulis).

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke