Pak Lurah dan Pak Camat emang jarang keliatan Pak. Tapi kalo ada semen dan pasir di depan rumah warga, pasti sebentar langsung sudah ada petugas P2B atau P2K nanyain apa sdh ada izin IMB / Izin Renovasi. Sekarang, ngurus izin renovasi atau sekedar bangun pagar utk amankan lahan kosong kita, biaya izin nya bisa jutaan rupiah dan kadang bisa lebih mahal dari biaya bangun pagarnya sendiri. kalo nekad bangun tanpa izin renovasi, walau sekedar bangun pagar tembok utk amankan lahan kosong kita, langsung papan BANGUNAN INI DISEGEL nempel deh di tembok kita. Harusnya ada yang bisa sampaikan langsung ke Pak Jokowi neh.
Jokowi: Pak Lurah Enggak Pernah Kelihatan Awaludin - Okezone Joko Widodo (Foto: Heru H/okezone) JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendatangi Kantor Wali Kota Jakarta Barat, dalam sambutannya mantan Wali Kota Solo itu tidak segan-segan menasihati jajarannya yang bertugas di wilayah Jakarta Barat. "Pertama, berkali-kali saya sampaikan ke Pak Camat dan lurah, baik yang ada di sudin maupun di kecamatan, agar turun ke bawah, turun ke lapangan, sehingga problem atau masalah-masalah bisa kita atasi," ujar Jokowi dalam sambutannya, Senin (17/12/2012). "Jangan sampai saya ke kampung tiga kali, pak camatnya belum pernah, atau saya ke kampung dua kali, pak lurahnya belum pernah," sambungnya. Menurut Jokowi, dirinya sangat senang apabila ada masyarakat yang langsung mengadu kepadanya mengenai problematika wilayah Jakarta. "Kalau buat saya suara-suara itu saya seneng, tapi kalau bapak-bapak mungkin berbahaya. Senengnya adalah dengarnya langsung dari masyarakat, entah siang atau malem, saya dengar suara orang kampungya. Pak lurah enggak pernah keliatan," ujar Jokowi sambil menirukan suara warga. Jokowi pun berharap kepada Pemerintah Kota Jakarta Barat agar mendengarkan aspirasi warga mengenai problem di wilayahnya masing-masing. "Saya pengen bapak dan ibu, cepat tanggap. Soalnya problem di Jakarta yang besar-besar banyak, sedang-sedang lumayan banyak, dan yang kecil-kecil super. Banyak. Jangan ada masalah, tapi tidak terkuasai," ketusnya. (lam)
