Jadi bingung neh dengan komentar Ahok ttg Jokowi. Jika benar Jokowi punya ide 
Premium tidak ada di Jakarta, bisa berabe mayoritas rakyat kecil. Mudah2an aja 
ini cuma wacana yang belum tentu disetujui oleh Pak SBY. Yang pasti kalo ini 
disetujui juga oleh Presiden, satu2nya cara protes dari masyarakat di DKI 
adalah dengan pembangkangan tidak membayar Pajak dan Retribusi. 




Jokowi Akan Usul ke SBY, Jangan Ada Premium di Jakarta
Angkasa Yudhistira - Okezone
Rabu, 19 Desember 2012 

Foto: Okezone
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan segera 
menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak menyuplai premium di 
Jakarta. Hal itu dilakukannya sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan di 
Jakarta.
 
"Pak Gubernur usulkan Pak Presiden, Jakarta enggak ada lagi premium kan hemat 
negara, terus kita akan bangun apartemen yang sewa bulanan terjangkau," kata 
Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/12/2012).
 
Mengenai harga sewa, kata Ahok, akan dipatok mulai dari Rp3 Juta. "Sewaan 
bulanan yang harganya Rp3 Juta sebulan, tapi diundi, dia enggak bisa disewain 
ulang. Misalnya, dia suami istri, punya anak sewa apartemen, di tengah Gatoto 
Subroto di Kuningan. Harga kosannya sekarang bisa Rp5 juta. Nah ini sewanya Rp3 
juta per bulan satu apartemen," terangnya.
 
"Dibanding dia bawa mobil kesini dari Bogor, enggak cukup Rp4 Juta per bulan. 
Belum lagi kredit mobil. Dengan adanya ini, dia bisa 10 tahun, 5 tahun simpan 
uang untuk beli rumah," tambahnya.
 
Atas rencana tersebut, sambungnya, Pemprov DKI Jakarta akan memperbanyak 
angkutan umum bagi masyarakat. Mengenai teknis penambahan angkutan sendiri, 
mantan Bupati Belitung Timur ini akan mempertimbangkan cara apa yang paling 
cepat dapat merealisasikan programnya itu.
 
"Bicara teknis kalau impor lebih cepat kita impor, lokal kan akan sibuk bikin 
bus-bus integrasi, kopami, kopaja metromini," terangnya.
 
Menurutnya, Juni 2013 mendatang 1000 armada TransJakarta sudah dapat 
dioperasikan. Ahok berharap, dengan penambahan TransJakarta ini dapat 
memperbaiki sistem pelayanan, dengan jarak tempuh antar bus (headway) yang 
hanya membutuhkan waktu tiga hingga lima menit.
 
"Kita kan mau sampai seribu, prioritas utama, busway mesti ada di halte tiap 3, 
4 sampai 5 menit," tandasnya.
(sus)

Kirim email ke