Ref:  Kalau SBY tidak mau  membongkar korupsi Suharto dan  kekejamannya, apakah 
SBY memiliki peradaban yang maju?

http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2012/12/20/8616.html

Kamis, 20 Desember 2012, 13:39:14 WIB
Indonesia Harus Miliki Peradaban yang Maju
 
Presiden SBY menyampaikan sambutan acara sarapan bersama peserta Simposium PPI 
Sedunia, di Kedubes RI di New Delhi, India, Kamis (20/12) pagi. (foto: 
abror/presidensby.info)
New Delh, India: Indonesia harus memiliki peradaban yang maju dan unggul, 
landasan perekonomian yang kuat, dan stabilitas politik. Hanya dengan begitu, 
jika ada gonjang-ganjing dan krisis global kita tidak akan ambruk.

"Menjadi masyarakat maju berarti menguasai teknologi, hidup rukun satu sama 
lain, kemudian memiliki miliki ciri masyarakat madani," kata Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyonodalam sambutan acara sarapan bersama peserta Simposium 
Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPI) Sedunia 2012, di Kedubes RI 
di New Delhi, India, Kamis (20/12) pagi.

Sumberdaya manusia amatlah penting. Presiden SBY sangat berharap para pemuda 
untuk menjadi satu gugus manusia Indonesia yang siap mengawaki modenisasi dan 
pembangunan bangsa menuju ke masa depan. "Karena inilah yang dapat mengangkat 
bangsa kita," Presiden menegaskan.

"Jangan sia-siakan kesempatan dan peluang sejarah ini dan era itu akan datang. 
Tugas setiap pemimpin adalah melanjutkan proses pembangunan bangsa hingga suatu 
saat negara kita, seperti cita-cita negara pendiri republik, betul-betul 
menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur," Kepala Negara menambahkan.

Selain kriteria tersebut, ada dua kriteria lainnya, yakni ekonomi yang kuat dan 
berkelanjutan serta stabilitas politik dan demokrasi. "Manakala sebuah negara 
telah memiliki ketiga-tiganya, menghadapi gonjang ganjing, diskontinuitas, atau 
krisis pada tingkat global yang datang silih berganti, tidak perlu khawatir 
bahwa negara itu akan ambruk," SBY menjelaskan.

Pada tahun 1998 ekonomi Indonesia ambruk, tetapi sepuluh tahun setelahnya kita 
masuk G20 dan berada pada posisi 15 ekonomi terbesar dunia. "Pada saat krisis, 
income per kapita kita drop menjadi 600 dolar Amerika Serikat, tahun 2004 
menjadi 1.100 dolar. Insya Allah tahun ini sudah mendekati 4.000 dolar AS," 
ujar Presiden SBY.

Tetapi itu semua belumlah cukup, kita harus melakukan lebih. SBY mengingatkan 
perlunya membangun landasan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Begitu juga 
kita perlu membangun stabilitas demokrasi dan politik. "Sekarang ini demokrasi 
Indonesia terus tumbuh, namun masih diperlukan kestabilan politik," Presiden 
SBY menandaskan. (dit/yor

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke