#MelawanLupa : Pers Realese KH. Abdurrahman Wahid
Hentikan Serangan terhadap Rakyat Palestina
Serangan kaum konservatif Israel
terhadap rakyat Palestina sejak dua hari lalu telah menewaskan lebih 300 orang
dan 700 orang luka-luka. Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap hak asasi
manusia dan prinsip-prinsip perdamaian yang tengah diusahakan di Timur Tengah
khususnya di Palestina. Segala tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kaum
konservatif Israel ini tidak akan pernah bisa menyelesaikan konflik di sana,
bahkan akan membawa kedua belah pihak (Israel dan Palestina) pada jurang
kehancuran. Israel tidak bisa pula berdalih bahwa serangan ini hanyalah reaksi
terhadap serangan Hamas sebelumnya atau sebagai bentuk perlindungan diri.
Menyikapi
serangan Israel tersebut kami menyerukan beberapa hal:
1. Mengecam segala bentuk dan cara kekerasan dalam menyikapi kebuntuan
politik dan penyelesaian konflik di Timur Tengah, khususnya di Palestina
2. Mendesak pihak militer Israel untuk menghentikan serangan dan mundur
dari wilayah Palestina (khususnya jalur Gaza)
3. Menuntut agar pihak-pihak pemerintah di Palestina mulai dari PLO,
Otoritas Palestina dan Fatah di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud Abbas untuk
tidak berpangku tangan dan membiarkan serangan Israel ini, apalagi memandang
serangan Israel itu hanya sebagai urusan Hamas saja
4. Menuntut agar pihak Hamas meninggalkan cara-cara kekerasan dalam
menyikapi konflik Palestina-Israel, agar kaum konservatif Israel tidak
menjadikannya sebagai dalih untuk melakukan pembalasan. Hamas perlu kembali
pada perjuangan diplomatik dan perundingan bukan dengan jalur kekerasan yang
akan menjadikan rakyat Palestina sebagai korban
5. Meminta umat Islam di Indonesia untuk memberikan bantuan semampunya
untuk rakyat Palestina dari doa (seperti membaca doa qunut nazilah bagi umat
Islam), dan bentuk-bentuk bantuan lainnya
6. Meminta umat Islam di Indonesia untuk terus waspada agar tidak
terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha ‘menunggangi’ isu Palestina ini
yang tujuannya demi kepentingan kelompoknya sendiri
Jakarta, Senin 1 Muharram 1430 / 29
Desember 2008 M
Abdurrahman Wahid
[Non-text portions of this message have been removed]