http://indonesia.ucanews.com/2012/12/21/mui-larang-umat-islam-mengucapkan-selamat-natal

MUI larang umat Islam mengucapkan selamat Natal

21/12/2012 



Menjelang perayaan Natal tahun ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar 
umat Islam tidak mengikuti ritual Natal dan mengucapakn selamat Natal.

“Ya kalau soal Natal, MUI mengimbau agar umat Islam tidak mengikuti ritual 
Natal. Tetapi harus menjaga kerukunan dan toleransi,” kata Ketua MUI Pusat 
Bidang Fatwa Ma’ruf Amin, Rabu lalu.

Larangan ini, menurutnya, telah tercantum dalam fatwa MUI yang dikeluarkan pada 
1981.

“Haram untuk mengikuti ritualnya. Ucapan selamat Natal tetap salah, ya pas 
Tahun Baru sajalah,” ujar Ma’ruf.

Karena itu, katanya pada Natal, umat Islam cukup menunjukkan sikap toleran, 
yakni dengan membiarkan umat Kristen merayakannya dan tidak mengganggunya.

Namun, pernyataan ini mendapat kritikan dari tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) 
Zuhairi Misrawi.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh MUI tidak akan serta merta diterima oleh 
semua umat Islam.

Ia mengatakan, MUI merupakan satu dari sekian banyak arus yang ada dalam Islam.

“MUI bukan satu-satunya arus. Islam itu layaknya samudera yang luas dan dalam. 
Fatwa MUI hanya salah satu arus dalam Islam. Masih banyak arus yang lain,” 
jelasnya.

Senada dengan itu, Sekjen Indonesian Committee of Religions for Peace (ICRP) 
Theophilus Bela mengatakan, memang bukan kali ini saja MUI mengeluarkan 
pernyataan semacam itu.

“Dari dulu, MUI mengeluarkan fatwa-fatwa antipluralisme serta anti-toleransi” 
tegasnya.

Kendati mengecam sikap MUI, Bela menyatakan tetap menghargai sikap MUI tersebut.

“Pendapat mereka mewakili kelompok kecil dikalangan Muslim di Indonesia”

Ia yakin, mayoritas Muslim dan tokoh-tokoh Islam dari kedua organisasi Islam 
terbesar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sangat mendukung paham pluralisme 
dan toleransi antara umat beragama.

“Jadi, kita berharap mayoritas Muslim tidak terpengaruh dengan pernyataan MUI 
tersebut”, tegasnya.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan sengaja mengabaikan imbauan MUI 
tersebut dengan mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani di Kupang, NTT.

“Saya ucapkan selamat Natal bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” kata Jusuf 
Kalla kemarin.

Jusuf Kalla juga mengimbau agar masyarakat Sulawesi Selatan yang tergabung 
dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kupang  tetap menjaga 
kerukunan.

Cendekiawan Muslim Shalahuddin Wahid pun mengatakan, umat Islam sah-sah saja 
mengucapkan Natal kepada umat Kristiani.

Pasalnya, kata dia, tidak ada dasar yang melarang Muslim mengucapkan selamat 
Natal.

Ryan Dagur, Jakarta


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke