Alissa Wahid: Saat ini umat Islam perlu menengok kembali sejarah dakwah
Nabi Muhammad.
TEMPO.CO – 13 jam yang lalu
* Kata Rhoma Irama Soal Ucapan Selamat Natal
TEMPO.CO, Jakarta - Ucapan selamat Natal yang disampaikan umat muslim kepada
umat
Kristiani menjadi perdebatan hangat. Baru-baru ini Majelis Ulama
Indonesia membeberkan kembali fatwa yang isinya melarang umat Islam mengucapkan
Selamat Natal.
Menanggapi fatwa ini, ada yang mengabaikannya, semisal mantan Wakil Presiden
Jusuf Kalla dan Gus Sholah Namun ada pula yang mendukung. Lalu apa pendapat
Rhoma Irama tentang ucapan untuk perayaan yang jatuh setiap 25 Desember itu?
"Hahaha..no comment soal itu," ujar Rhoma yang ditemui di
kediamannya, Senin, 24 Desember 2012. Rhoma menolak menjelaskan alasan
tentang polemik ucapan tersebut.
Sebelum Rhoma, Majelis Ulama Indonesia sudah menyarankan umat Islam tidak
mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. "Itu jadi perdebatan,
sebaiknya enggak
usah sajalah," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Maruf Amin di Jakarta, Rabu,
19 Desember 2012.
Ucapan tersebut langsung disambut oleh ketua Dewan Masjid Indonesia
Jusuf Kalla. Ia menghimbau mengabaikan imbauan Majelis Ulama Indonesia
(MUI) agar umat muslim tidak usah memberikan ucapan Natal bagi umat
Nasrani. "Saya ucapkan selamat Natal bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur
(NTT)," kata Jusuf Kalla di Kupang, Kamis, 20 Desember 2012.
Melihat polemik tersebut, putri pertama mantan Presiden Abdurrahaman Wahid,
Alissa Wahid, mengatakan, saat ini umat Islam perlu menengok kembali sejarah
dakwah
Nabi Muhammad. Menurut Alissa, dengan kembali melihat sejarah Nabi
Muhammad, seharusnya tidak perlu lagi ada polemik soal ucapan Natal.
"Nabi memberikan ruang yang terbuka bagi keberadaan agama lain pada
saat itu," kata Alissa ketika dihubungi pada Senin, 24 Desember 2012.
"Bahkan pengakuan atas keberadaan mereka tertuang dalam piagam Madinah."
DIANING SARI | TIM TEMPOBerita terpopuler lainnya:
[Non-text portions of this message have been removed]