Wah, PDIP begitu antusiasnya turut aktif menangkapi "PKI bangkit". Bagus, bagus! Jadi semakin jelas muka PDIP sebagai Partai anti Komunis, anti demokrasi dan tidak lagi sebagai Partai munafk tapi sudah benar-benar Partai fasistik. Dengan demikian, pada Pemilu 2014, bagi para calon pemilih PDIP yang masih ragu diserukan agar tegas tidak memilih PDIP yang anti demokrasi dan fasistik. ASAHAN.
----- Original Message ----- From: Chalik Hamid To: PDIP Minta Klarifikasi Pangdam Diponegoro soal PKI Kamis, 20 Desember 2012 05:08 WIB PDIP Minta Klarifikasi Pangdam Diponegoro soal PKI Demokrasi Indonesia masih Dimonopoli Kekuasaan Anggap Salah Sasaran, Warga Samin Kembalikan Bantuan SapiSEMARANG--MICOM: Sekjen DPP PDIP yang juga anggota Komisi I (Bidang Intelijen dan Pertahanan) DPR RI, Tjahjo Kumolo, meminta Pangdam IV Diponegoro untuk mengklarifikasi sinyalemen kebangkitkan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). "Pernyataan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso saya kira tidak asal pernyataan. Tentunya sudah didukung data-data yang bisa dipertanggunjawabkan dari aparat intelijen Kodam Diponegoro," kata Tjahjo di Semarang, Rabu (19/12). Sebelumnya sejumlah media mewartakan pernyataan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso di Makodam Watugong, Semarang, Sabtu (15/12), yang akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba membangkitkan PKI. Upaya kebangkitan kembali PKI tersebut sudah terlihat dari pernyataan pihak pihak tersebut di tengah publik yang mencoba meluruskan sejarah pemberontakan partai komunis. Tjahjo yang wakil rakyat berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 1 itu meminta aparat kodam secara terpadu harus segera menangkap dan mengklarifikasi kelompok siapa yang dimaksud. "Saya kira gelagat tersebut pasti sudah terdeteksi dini dan terdata. Kalau penyataan sifatnya hanya warning internal, sah-sah saja. Akan tetapi, kalau sudah teropini keluar dan tidak bisa cepat tertangani dengan cepat, akan bisa menimbulkan keresahan," katanya menegaskan. Tjahjo juga meminta Pangdam Hardiono untuk segera mengungkapkan hasil kerja pihak intelijen Kodam IV Diponegoro yang melakukan pendeteksian terhadap kebangkitan PKI di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sebenarnya, kalau masih dalam pendeteksian, ya, jangan diumumkan keluar dong. Cukup konsumsi internal saja. Masalahnya, kalau hanya melempar sinyalemen, saya kira akan meresahkan masyarakat, kemudian sesama masyarakat akan saling curiga," katanya. Dia mengajak semua pihak untuk mendukung langkah Pangdam untuk segera menangani dan menangkap pelakunya yang menurut sinyalemen berbahaya untuk keutuhan negara, bangsa, dan daerah. "Kita berpikir positif bahwa pernyataan Pangdam sudah ada bukti, dan mari sekarang masyarakat minta bukti tersebut. Kalau tidak, kasihan TNI terpola pada sinyalemen semata tanpa bisa membuktikan dan tertangani dengan tuntas," katanya. Sebelumnya, Danrem 074/Warastratama Kolonel Mulyo Aji memaparkan ada pihak-pihak yang hendak menghidupkan kembali PKI di empat kabupaten di Solo Raya. Solo Raya adalah wilayah geografis di Provinsi Jawa Tengah. Ada tujuh kota/kabupaten yang masuk dalam Solo Raya itu, yakni Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Klaten.
