Ref: Indikator makro ekonomi menunjukkan hasil lebih baik , tetapi kehidupan 
rakyat tidak baik adalah gejala biasa bagi negara yang diperintah oleh rezim 
kleptokrasi dan oleh sebab itu distribusi pendapatan tidak seimbang untuk  
meningkatkan kehidupan rakyat, jadi seperti apa yang disebut oleh Kenneth 
Galbraith sebagai “Horse Shit Doctrine” (doktrine taik kuda),  rakyat diumpakan 
sebagai burung gelatik yang hanya bisa mencicp gandum yang tidak tercernak oleh 
kuda dan yang keluar dalam taik kuda. 


http://www.analisadaily.com/news/read/2012/12/26/96137/indef_pemerintah_gagal_sejahterakan_rakyat/#.UNnrUHcjqVs


      Indef: Pemerintah Gagal Sejahterakan Rakyat 
      Jakarta, (Analisa). Sederet program yang belum terealisasi secara 
maksimal pada tahun ini akhirnya mengerucut pada sebuah kesimpulan yang 
menyebutkan bahwa pemerintah kembali gagal meningkatkan kesejahteraan 
masyarakat. Padahal, sejumlah indikator makro ekonomi Indonesia menunjukkan 
hasil lebih baik.
      Hal ini diungkap Enny Sri Hartati, Direktur Lembaga Riset Pembangunan 
Ekonomi dan Keuangan, Indef, saat dihubungi Ipotnews di Jakarta, Senin (24/12).

      "Terlalu banyak program pemerintah pada 2012 yang belum berjalan secara 
maksimal. Ini bermuara pada satu kesimpulan, pemerintah belum berusaha keras 
untuk mensejahterakan masyarakat," kata Enny.

      Menurut Enny, pada dasarnya tujuan bernegara adalah menciptakan 
masyarakat yang terus mengarah pada perbaikan tingkat kecedasan dan 
kesejahteran. "Ini yang paling penting, karena konstitusi kita pun 
mengamanatkannya. Bukan cuma berambisi mengejar pertumbuhan sampai sepuluh 
persen, tetapi harus bisa mensejahterakan masyarakat," paparnya.

      Enny menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan menjadi sia-sia 
jika pengelola negara tidak mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat menjadi 
lebih baik. "Tujuan pembangunan, untuk mencapai kesejahteraan. Kalau 
kesejahteraan masyarakat tidak terjadi, prestasi apa pun menjadi tidak 
berarti," ujar Enny.

      Lebih lanjut Enny menjelaskan, pada dasarnya capaian pertumbuhan ekonomi 
Indonesia yang saat ini masih mampu menembus angka enam persen, sekadar sebuah 
instrumen yang menunjukkan perekonomian domestik berada di level yang baik. 
Dengan demikian, jelas dia, pemerintah memiliki peluang besar untuk mampu 
meningkatkan kesejahteraan bagi segenap masyarakat.

      "Instrumennya sudah tercapai, tetapi tidak bisa sampai pada gol akhirnya. 
Ini berarti ada yang salah di tengah jalan, ketika pemerintah menjalankan 
program kerjanya. (Ipot) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke